Index Labels

Ruteng, Tanah Lahir

. . 2 komentar:
Sawah Jaring Laba-laba, Lodok-Cancar, Kabupaten Manggarai

Brrr... dingin sekali air bak yang saya pakai mandi pagi. Ruteng memang terkenal karena dinginnya. Apalagi di Rangkat, tempat saya menginap selama di Ruteng.

Ruteng adalah tempat saya dilahirkan pada 24 tahun lalu. Rumah kami dulunya berada di Bilas II, Kecamatan Langkerembong. Kami sekeluarga pindah ke Labuan Bajo pada tahun 2001.
Bangunan rumah tempat kami lahir dulu itu belum sepenuhnya berubah. Saya mengisi waktu di Ruteng dengan mengunjungi rumah yang bukan milik kami lagi itu. Saat saya datang, rumah tersebut terkunci, saya hanya bisa melihatnya dari luar dan terbawa perasaan.

Pukul 07.35 Wita pada Selasa 27 Juli 2017, saya dengan Erik tinggalkan Ruteng dan bergerak menuju Ende. Kami menggunakan satu sepeda motor. Erik yang kemudi dan saya duduk santai di belakang sambil menikmati pemandangan. 

Kami melintasi Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur sembari mengobrol banyak. Saya penasaran pada puncak Gunung Ranaka dan pohon-pohon berwarna merah muda yang katanya suatu waktu terlihat di sekitar area Poco Ranaka. Tapi kami tidak berhenti.
Bicara tentang Kabupaten Manggarai, ada sederet objek wisata yang cukup terkenal. Di antaranya Kampung Adat Wae Rebo, Poco Ranaka, Lodok atau sawah jaring laba-laba, dan Golo Curu.

Saya mengunjungi Lodok saat dari kampung nenek di Balo, sebelum ke Ruteng. Lodok ini adalah hamparan sawah yang dipetak seperti jaring laba-laba. Lokasinya di dekat Cancar. Jika ingin melihat bentuk petakan jaring laba-laba ini, saya pun naik ke puncak Golo Cara. Di sisi lain Golo Cara, pemandangan kawasan Cancar dan sekitarnya tampak elok dilihat. Elok karena pemandangan hamparan pemukiman warga dan perkebunan.

Golo Cara, Cancar-Kabupaten Manggarai
Golo Curu, Ruteng-Kabupaten Manggarai
Kalau Wae Rebo, saya sudah pernah ke sana beberapa bulan lalu bersama Erik. Saya juga sudah pernah menulis tentang kampung adat tersebut. 

Golo Curu saya kunjungi bersama sepupu saya, Nan. Ini tempat berdoa yang di puncaknya ada gua Bunda Maria. Namun, dari puncak bukit ini, kita bisa melihat hampir seluruh kota Ruteng. 

Selain itu, ibu kota Kabupaten Manggarai, Ruteng, juga dikenal sebagai Kota 1000 gereja. Rapper indie, Lipooz yang lahir di kota ini juga pernah memasukkan kata-kata tersebut pada salah satu lagunya. Kalau teman saya dari Sulawesi, Ummul, malah menyebut kota ini mirip Italia. Makanya waktu saya bawa dia ke Flores tahun lalu, kami sempatkan berkeliling Ruteng. 

Untuk Kota Ruteng, saya jatuh cinta pada letak gereja peninggalan Belanda, Gereja ST Yoseph. Puncak gereja ini hampir bisa terlihat dari jalur mana saja. Letaknya, selalu jadi patokan saya jika tersesat.

2 komentar:

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan