Index Labels

Berhutang pada Manggarai Timur

. . Tidak ada komentar:
ilustrasi
Manggarai Timur hanya numpang lewat. Saat berangkat dan pulang pada Jelajah Flores ini, hal yang paling mengesankan dari kabupaten ini adalah hawa yang "dibuat" Danau Ranamese. Dinginnya sampai ke sum-sum tulang.

Masih pagi sekali saat saya dan Erik melintas di area ini. Saya sempat singgah sebentar untuk melihat Danau Ranamese dari ketinggian. Saya pernah ke danau ini saat masih kecil. Kala itu, kami masih menetap di Ruteng.

Jalan di sekitar danau ini dinginnya beda. Erik yang sudah terbiasa dengan suhu di Ruteng saja, sampai menggigil hebat. Apalagi, saat kami pulang pada Jumat malam. Sumpah, paha dan bokong saya seperti mati rasa. Dingiiiiin sekali. 

Ngomong-ngomong, Kabupaten Manggarai Timur termasuk kabupaten baru di Pulau Flores. Ibukota kabupatennya adalah Kota Borong. Nah, ini pertama kali saya melihat kota Borong, hehe. 

Kabupaten ini terkenal dengan beberapa tempat wisata, salah satunya Pantai Cepi Watu. Tapi saya, luar biasa tertarik untuk mengunjungi Lamba Leda. Desa ini terkenal dengan tenunan kain songkenya. Yang saya tau, daerah inilah penghasil kain Songke Manggarai terbaik.
Sayangnya, pada perjalanan ini saya belum punya kesempatan untuk mengunjungi desa tersebut. Hooo, ini hutang besar. Saya berencana menyiapkan waktu khusus untuk jelajah Manggarai Timur sekalian berkunjung ke rumah keluarga di sana. 


Pembangunan di Manggarai Timur masih dalam proses. Saya dan Erik lebih banyak mengkritisi jembatan-jembatan yang dibangun ulang namun tidak difungsikan, dan bercerita tentang beberapa desa di Manggarai Timur yang infrastruktur jalannya belum memadai. Seperti desa yang ditempati salah seorang sepupu saya. Erik pernah ke sana dan harus menyeberang sungai setinggi dada orang dewasa kemudian berjalan kaki beberapa kilometer karena kondisi jalannya yang belum bisa dilalui kendaraan.

Sedangkan, untuk lintasan Trans Floresnya tak jauh beda dengan kabupaten lain. Kami melewati jalanan utama dengan mulus dan terdapat jembatan besar. 

Tak banyak yang saya tau tentang kabupaten ini. Sempat saya berhenti di Wae Rana untuk membeli pisang susu. Kami juga sempat mampir sejenak di Borong saat pulang. Saya kelelahan dan meminta Erik berhenti untuk membeli minuman bersoda di salah satu kios. Nanti, ke sana lagi.
Labuan Bajo, 2 Juli 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan