Index Labels

Tentang Fred dan Menulis di Ibu Kota

. . Tidak ada komentar:

Fred
Suatu hari dalam perjalanan saya ke Pulau Komodo, saya bertemu seorang turis asal Amerika Serikat bernama Fred. Kami menumpang pada kapal yang sama menuju pemukiman warga di Pulau Komodo.

Fred sudah cukup lama menetap di Pulau Komodo. Ia sengaja tinggal di sana karena ingin mempelajari bahasa daerah warga di Pulau Komodo. Fred tertarik pada bahasa warga setempat. 

Desa ini terletak di sisi lain kawasan wisata Taman Nasional Komodo. Meski satu daratan dengan pulau yang dihuni kadal purba berbahaya itu, jarang ditemukan ada Komodo yang berkeliaran di sekitar pekarangan warga.

Saya tertarik berbicara pada Fred karena dia juga suka menulis. Pria lanjut usia ini punya keyakinan bahwa setelah menumpahkan segala pikiran dan perasaan ke media tulis, akan ada energi baru yang diperoleh dalam diri. Saya setuju dengan pendapatnya. Saya merasakan hal yang sama.

Fred menulis segala sesuatu yang dirasakan dan dialaminya di buku hariannya. Ia mengaku masih gagap teknologi dan tidak memasukkan tulisan dan gagasannya pada komputer atau blog. Pria yang sudah memiliki dua putera yang telah dewasa ini merasa tetap nyaman dengan caranya memindahkan isi kepala ke buku harian miliknya.

Di pertemuan singkat kami, Fred juga bercerita tentang isterinya yang telah meninggal beberapa tahun silam. Ia datang ke Indonesia seorang diri dan menempati salah satu rumah di Pulau Komodo. Ini adalah pertemuan singkat yang begitu berarti bagi saya. Membuat saya semakin cinta, tetap teguh, dan kian yakin dengan jalan yang saya pilih.
Bersama Fred dalam perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo

Di ibu kota, saya menikmati duduk tenggelam dan larut di tengah keramaian. Jika biasanya saya tak mampu berkonsentrasi di tengah keriuhan, kali ini, saya tenggelam dan justru mendapat inspirasi dari hiruk-pikuk kota dan aktivitas yang baru saya temukan. Oh, semoga saja ini pertanda jodoh.

Ada berbagai keyakinan yang saya bangun dalam diri dan saya tumbuhkan sejak beberapa tahun silam. Saya tiba-tiba menemukan ide tentang jawaban terbaik yang akan saya lontarkan. Ini jawaban yang sudah saya siapkan sejak beribu-ribu hari lalu. Jauh-jauh hari sebelum saya mengenal ini-itu.


Iya saya cinta.... teramat sangat cinta. Semoga kali ini ungkapan Don Siebert akan bekerja. Bahwa: "Apa yang berasal dari hati, pasti akan menyentuh hati".


"Sini kupanah hatimu dengan busur hati yang sudah kubidik dengan sepenuh hatiku!"


Wish me luck!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan