Index Labels

Ah Sanonggoang!

. . 1 komentar:
Sumber air panas di area Danau Sanonggoang
temperatur dari sumber air panas ini bahkan bisa dipakai untuk merebus telur dan pisang
Di sudut lain Manggarai Barat, ada bentangan danau bernama Sanonggoang. Namanya seperti hanya buah bibir. Aset wisata ini ibarat tempat indah tanpa label identitas. Tempat wisata yang seperti gadis molek diperkosa lalu diabaikan begitu saja. Sejak tahun berapa lokasi ini diketahui punya potensi wisata lalu dikunjungi banyak orang? Namun, sampai hari ini, bahkan penjaga dan pintu masuknya pun tak ada. 

Suatu akhir pekan di awal Februari 2017, saya datang ke lokasi ini. Kendaraan roda dua saya melintas ke area Kempo. Masuk ke hutan, membelah gunung, lalu melintasi kerikil yang curam. Danau Sanonggoang seperti bersembunyi di balik desa-desa kecil setelah Dusun Bambor yang berada di lintasan Trans Flores. 

Baru melihat sebagian airnya mengalir ke aliran kecil dari jarak 10 meter, jantung saya berdebar dan saya bersorak senang. Yah, danaunya punya pesona. Kalau karakter manusia, bisa disebut dia berkarisma. 

Mengitari danau, saya mengikuti jalan aspal di pesisir danau untuk mencari pintu masuk. Dalam benak, saya mencari papan bertuliskan; "Selamat datang di Danau Sanonggoang", atau "Welcome to Sanonggoang Lake". Kalau bukan papan, setidaknya petugas jaga yang berseragam menyambut di gapura sembari menyodorkan karcis. Hasilnya nihil bercampur bau belerang. 

Beberapa tahun lalu saat masih di sekolah menengah pertama, saya pernah datang ke tempat ini bersama rombongan dari sekolah. Masih ada tempat istirahat seperti bangunan yang menghadap ke arah danau. Saat itu, kami menyimpan tas dan bekal di bangunan tersebut lalu berjalan-jalan ke pesisir danau. Tak ada pemandu wisata memang. 

Tapi kini, tau-taunya, bangunan itu sudah terbakar. Dari warga setempat saya mendengar bahwa bangunan itu dibakar sekelompok orang usai pesta di Kampung Nunang. Selesailah cerita. 
Airnya hangat dan mengandung belerang.
Dipakai mandipun sangat baik untuk kesehatan. Konon bisa mengobati beberapa  jenis penyakit kulit

Dari segi objek wisata, tentu saja Danau Sanonggoang ini punya nilai jual yang tinggi. Selain pemandangannya yang luar biasa, sumber air panas dan belerang yang berada di sekitar danau ini juga mempunyai nilai jual tinggi. Siapa yang tak penasaran memasak telur hingga matang pada air panas tanpa panci dan api? Dan berapa banyak orang di Pulau Flores ini yang punya masalah kulit dan ingin berobat ke pancurannya yang hangat dan mengandung belerang? Kaki dan mata saya gatal ingin segera berkemah di tempat ini.

Sampai saat ini, saya belum mendengar cerita tentang pengunjung atau warga setempat yang berani berenang di danau ini. Sepintas dilihat, danau ini tenang dan tampak tak begitu dalam. Namun, karena kepercayaan dan cerita nenek moyang, warga setempat tak pernah berani menceburkan diri ke danau ini. Katanya berbahaya.

Ah.... Danau Sanonggoang butuh sentuhan orang-orang pintar. Sebut sajalah orang-orang di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kan mereka ahlinya. Kalau kabupaten tak sanggup karena mungkin kurang orang, sodorkan ke provinsi, siapa tau mau kirim peneliti dulu biar tahu mengapa danau ini tak boleh "diceburi" dan "digauli". Padahal seksinya kan bikin "birahi" (ups..!)

Pemandangan dengan bentangan danau dari sisi lain . Keindahan Semesta apalagi yang kau dustakan?

1 komentar:

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan