Index Labels

(Pulang) Bakal Baik-Baik Saja

. . Tidak ada komentar:


Butuh waktu kurang lebih 3 hari ke depan untuk taklukkan pejabat Karo Ops Polda Sulsel. Saya selalu penasaran mengapa si bapak eggan diwawancara wartawan. Setiap saya dekati atau hubungi, beliau selalu menolak dan menyuruh saya langsung ke Kabid Humas.
Kabid Humas pun dalam waktu dekat akan berganti.
Selama menjadi wartawan di Makassar, salah satu tantangan yang selalu saya nikmati adalah membuat narasumber mau membuka diri, berbicara, dan percaya saat diwawancara. Membuat Kapolda atau Wakapolda mengangkat telepon dari kita pada jam-jam rehat itu tidak gampang. Mereka punya banyak pertimbangan; "Sepenting apa wartawan ini?", "Datang dong, jangan cuma telepon!", atau "Halah, jam istirahat, woi!" Keren rasanya jika sudah dikenal oleh mereka dan dengan mudah dihubungi tanpa terlebih dulu mengirim pesan singkat untuk memperkenalkan diri. Teman bertambah.
Ngomong-ngomong, suasana belum juga menggairahkan untuk buat saya berubah pikiran. Apa yang terjadi setelah ini? Saya pikir saya sudah tekadkan untuk tetap baik-baik saja.
Di dalam benak dan hati, tujuan saya sudah bulat bahwa ada banyak tempat menarik lain selain kota yang saya huni selama hampir 5 tahun ini. Saya bahkan belum mengenal Flores secara utuh. Kemudian tentang Indonesia yang tidak selebar Kota Daeng saja.
Saat pulang, mungkin saya akan lebih banyak di rumah. Menata kamar yang sudah disediakan kemudian meletakkan semua barang-barang dan harta benda yang saya bawa dari Makassar. Saya mau membuat kamar tersebut jadi ruangan yang nyaman dan keren. Tempat privasi untuk main gitar dan membaca.
Mama pernah bilang beberapa waktu lalu; "Istirahat dulu sejenak, setelah itu terserah mau kemana lagi." Bapa bahkan sudah tak sabar. Ia ingin saya membantunya mengelola LSM yang dibangunnya tahun lalu. Tampaknya, akan ada banyak alasan mengapa rumah jadi gaduh lagi saat saya pulang nanti.
Di Labuan Bajo, belum ada kepastian apa yang akan saya lakukan. Saya pasti tetap perlu mencari uang biar dompet tak selalu tipis dan kuota internet selalu terisi. Mungkin mencoba usaha kecil-kecilan.
Lalu tentang minat dan gairah saya pada jurnalistik, oh tentu saja tak akan saya biarkan redup dan mati. Jika rejeki cukup, saya akan berlangganan Harian Kompas lagi dan tetap menulis untuk beberapa media yang siap menerima.

Saya tetap akan menjadi pengelana sederhana yang bahagia. Sampai menemukanmu dan kita berkelana bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan