Index Labels

Mereka Seperti Cinderella

. . Tidak ada komentar:
Setahun lebih berlalu


Selamat berakhir pekan. 
Ini pecahan kecil untuk kisah Pasukan Kerung yang sudah setahun lebih  hilang. 

Malam seperti tidak sepanjang dulu. Tahun ini sudah tidak ada Warung Mami. Apa kabar Jalan Kerung-Kerung yang gelap dan lengang? Jalan tersebut tampaknya semakin suram dan tak menarik seperti dulu lagi. 

Jurnalis-jurnalis malam yang dulu saya sebut "Pasukan Kerung" kini berpindah-pindah. Mereka lebih banyak habiskan seperempat malam di salah satu warung kopi di sudut Jalan Bandang. Saat malam, mereka melingkari meja berwarna hijau dan duduk berhimpit-himpitan sambil cerita. Ada Ahmad Syamsuddin dari Biro Trans TV yang layak saya panggil "om", meskipun belum "om-om".Di situ, kopi susu mereka tenggak dengan terburu-buru. Jam 12.00, tengah malam harus bubar. Toh yang punya warung kopi mau istirahat.  Mereka seperti Cinderella.

Masih menunggu pagi kah mereka? Seperti dulu yang baru akan meninggalkan Jalan Kerung-Kerung saat matahari nyaris terbit. 
Masih selalu bersama kah mereka? Seperti dulu yang selalu solid memecahkan angin malam demi "taruna".

Dua malam berturut-turut saya memberanikan diri kembali masuk dalam kelompok ini. Saya memutuskan hemat suara dan cengkrama. Ada yang saya kerjakan di laptop tua saya sehingga belum bisa begitu fokus kembali masuk dalam pembahasan "jurnalis-jurnalis malam" itu. 

Masuk di "Pasukan Kerung" lagi adalah keputusan yang cukup berat. Saya menemani Markasa Rani yang membawakan kue ulangtahun untuk pacarnya, Idho Deryck (Muhammad Sardi, jika masih ingat).  Kami mencicipi kue cokelat tersebut lalu melahap bakso. Kopi susu saya habis saat kami bubar sekitar pukul 12.00. Tidak jelas, mereka kemana setelah itu. 

Rambut Andis Sulhar tampaknya kembali panjang. Saya tak begitu memperhatikan namun ia mencepol tumpukan rambutnya dengan ikat rambut. Om Rais Sahabu tak banyak berubah; masih gemuk, tambah putih, dan sepertinya takaran kebahagiaannya tetap sama. Bedanya, dia sudah pindah media dan kini menjadi jurnalis untuk TV One. 

Andry Rezky atau si Komo tetap "banyak bergerak". Ia sempat mengungkit sedikit soal kerinduannya untuk segera memiliki buah hati. Saya pernah cerita tahun lalu kan? Komo sudah menikah. 

Dua malam datang ke tempat kumpul mereka, saya tidak melihat Reinhard Soplantila. Vincent Waldy hadir di malam kedua saya singgah. Faisal Wahab dan Fajar Thalib juga sepertinya sudah jarang singgah.

Apa tradisi baru mereka? Kumis Ibnu Kasir, teman saya dari Rakyatku.com, ditarik saat dia tiba dan duduk di hadapan saya. Beberapa kali saya melihat di akun sosial media mereka tentang "facial ala-ala Bandit Polsek". "Sambutan" yang ekstrim dan sakit. Bayangkan jika kantung mata ditekan dengan jemari mereka yang kuat! Sadis. 


Ngomong-ngomong, sepertinya mereka bahagia. Cieeee! ^_^



http://www.verabahali.com/2015/05/selamanya-malam-tetap-malam.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan