Index Labels

ERANG

. . Tidak ada komentar:
Erang kecil


Nama lengkap pemuda ini, Damasus Erang Bahali. Dia bungsu dan satu-satunya anak laki-laki dari empat bersaudara. Saat dilahirkan pada 19 Januari 1996 silam, Bapa putuskan akan memanggilnya; "Erang".

Ini bukan nama sembarangan! 

Kedatangan Erang di keluarga kami sangat diharapkan. Bapa dan Mama mendambakan anak laki-laki sejak kakak tertua saya, Ningsi, di dalam kandungan Mama. Tapi lahirlah Ningsi, kemudian Vivi, lalu saya. Erang lahir saat usia saya masih tiga tahun. 

Di Manggarai, Erang bermakna; yang paling jago dan diandalkan. Ini juga bisa bermakna senjata terbaik pada beberapa permainan tradisional. Dan memang benar, dialah yang paling diandalkan. Secara,dia satu-satunya anak laki-laki yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan.

Karena mendambakan anak laki-laki, Bapa dan Mama mencoba berbagai cara dan berkonsultasi dengan beberapa orang sebelum mengandung Erang. Mama ingat sempat meminta berkat dan doa dari seorang pastur bernama Damasus dari Mano-Manggarai. Berkat dan permohonan biar pada kandungan berikutnya, mereka akan dikarunia anak laki-laki. 

Pastur Damasus meninggal sebelum Erang lahir. Namun saat dia lahir, Bapa dan Mama percaya terkabulnya keinginan mereka atas berkat lewat penyertaan pastur tersebut. Makanya nama depan Erang disamakan dengan nama mendiang pastur. 

"Damasus".

Erang lahir saat Bapa sedang mengikuti pertemuan RT di rumah kami yang dulu masih di Bilas Dua, Kecamatan Langke Rembong-Ruteng. Saat itu masih sore saat Mama mengerang di kamar tidur mereka. Di saat Erang keluar dan Bapa tahu memang laki-laki, Bapa langsung bersorak dan mencari cara untuk mengumumkan kelahiran anak bungsunya tersebut melalui radio. Biar kakek kami yang ada di kampung Rekas bisa tahu. Memang saat itu, Kakek saya jarang mendapat keturunan laki-laki.

Erang tumbuh sehat dan kaya perhatian. Saking kaya perhatian, dia terkadang risih terlalu diperhatikan. Di samping itu, gen "keras" yang diturunkan dari keturunan Bapa, terlihat pada Erang sejak kecil. Dia pernah menyirami lantai rumah dengan tanah karena kesal terjatuh di lantai saat kakak-kakaknya sedang mengepel. Dia masih balita saat itu.

Dia berhenti ASI sekitar umur 4 tahun. Dulu, Mama mengancam akan mencampur ASI dengan kopi supaya dia berhenti.

Pertama kali belajar mandiri dan tidur dengan ketiga kakaknya ini, Erang masih usia sekitar dua atau tiga tahun. Dia menyahut polos saat kami berdoa jelang tidur. Kakak Ningsi memulai doa dengan kalimat; "Yah Tuhan, lindungilah kami malam ini!" Kami serentak tertawa keras saat Erang tiba-tiba menjawab kata-kata kakak; "Iyaa.." Doa malam kami berantakan.

Erang masuk sekolah dasar saat saya duduk di bangku kelas 4. Di hari pertama masuk sekolah, dia memegang tangan saya sepanjang perjalanan menuju sekolah. Bocah ini tampak culun dengan setelan seragam SD lengkap dengan topi. Pas pulang sekolah, ingus meleleh dari dua lubang hidungnya. 

Dia tidak termasuk bocah yang nakal dan banyak tingkah. Namun, saat masih kelas 1, lengan Erang patah karena ulah seorang teman kelasnya yang bermain di dekatnya dan tak sengaja mendubruk Erang yang sedang duduk. Dia menangis tak tahan saat itu. Keras sekali sampai sayapun ikut menangis. Dia masih terlalu kecil untuk merasakan sakit begitu. Karena itu, Erang dirawat selama hampir satu bulan penuh.

Sampai kelas 3 SD, Erang masih suka meminta gendong di punggung saya. Dia bahkan suka mendengar dongeng asal-asalan saya. Namun lambat laun dia bosan dan terlihat sudah "besar".

Pertumbuhan Erang agak lambat dari teman seumurannya. Suara teman-teman sebaya Erang lebih dulu terdengar parau dari suara Erang. Saat dia duduk di kelas 2 SMP, teman yang berkunjung ke rumah mengira Erang perempuan saat mendengar suaranya yang sedang bercerita dengan Mama di dalam kamar.    

Sampai hari ini, kami tidak pernah tau siapa pacar pria ini. Dulu, saat teman-teman sebayanya sudah tau pacaran, Erang masih dalam masa mengamuk jika diejek-ejek dengan anak perempuan tertentu. Dia langsung memasang muka jutek atau melayangkan tinju. Dia tertutup dan misterius. Dan merasa dirinya "Mr Cool". 

Erang mulai terlihat tinggi saat memasuki SMA. Benar dugaan kakak Ningsi, Erang bakal tumbuh tinggi. Sekarang terbukti, dia tinggi sekali melampaui pintu dapur dan Bapa-Mama. 

Dia belajar beberapa hal selain mata pelajaran di sekolah. Erang belajar main gitar dan pernah mencoba main bass. Saya tidak tahu pasti dia sebisa apa kini. 

Sekarang dia sudah kuliah. Saya kadang seperti tidak percaya bocah yang tadinya bulat beringus, kini jadi pemuda tinggi yang benar-benar terlihat bisa diandalkan. Dia saat ini bergantung nasib pada kakak keduanya, Vivi. Dia beruntung punya Kakak Vivi yang mau berkorban segalanya demi masa depan Erang yang baik. Biar kelak dia matang dan benar-benar bisa diandalkan. 

Apa kabarnya malam ini? Terakhir kami berbincang lewat telepon. Saya mengendarai sepeda motor sambil mengomelinya panjang lebar.Saya dan Vivi sepakat tak akan memberikan kemudahan pada mahasiswa di tanah rantau ini. Kami percaya, tidak ada ketangguhan dan kekuatan bertahan dari kemudahan-kemudahan.

Saya kepikiran saat mendengar dia menangis. Sungguh, dia hanya menangis sedikit. Dia tidak cengeng.Tapi hanya lagi kesal dan mungkin agak frustasi. Ekspresinya tidak bahagia pada foto yang diunggah teman-temannya dan menandai dirinya. Erang sedang belajar bertahan dan terjadilah. Toh dia memang bukan bocah bulat ingusan penyiram lantai dengan tanah lagi.

Erang kini pemuda. Posturnya sudah sangat layak melindungi. Dia bahkan memijat Mama dengan penuh kasih saat terjatuh di dapur saat liburannya kemarin.

Erang juga sudah kuat. Jika dulu, orang-orang tua menyebut pentingnya kehadiran anak laki-laki untuk membantu saudari-saudarinya mengangkat koper saat berangkat kuliah, saya yakin Erang kini sudah cukup kuat memuat tiga koper milik tiga kakak perempuannya yang lemah tak berdaya.

 Jadilah seperti namamu!



*Nara, neka rabo eme toe ma di'a laing nunduk de weta ho. Ta hibur ge. Le mesen momang. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan