Index Labels

Menulislah Sesuatu

. . Tidak ada komentar:
Ayolah menulis sesuatu.
Ceritakan perasaanmu dan buatlah nada untuk itu.
Kau tau, aku bertanya-tanya tentang keadaanmu dan aku payah.
Pikirku saja kah, kau seperti terperangkap sedangkan aku sudah tersesat?

Kata-kata ini seperti mau kubuatkan lagu.
Aku seperti terinspirasi pada Justin dan Selena, sayang...
Mereka mengurutkan nada lalu bercerita secara gamblang penuh emosi tentang apa yang mereka rasakan.
Sedangkan aku, gitarku rapuh.
Seorang pria pemaksa membuatku tak sengaja menginjaknya hingga patah. Yah, dia jatuh cinta padaku, tapi aku tidak.

Gitar itu malang.
Suaranya tak bagus lagi.
Kubiarkan berdebu di samping lemari.
Minatku melantunkan nada pada sinar gitar anjlok seperti rasa percayaku.
Aku tahu jalanku masih panjang dan tampaknya akan sulit mempercayai lagi.
Meski kutahu bahwa niat Semesta itu tak pernah salah.
Ada pelajaran dari rasa jatuh, kemudian dituntut berjuang, dipulihkan, kemudian pulang.

Aku tidak akan memaksa.
Menjemputmu dari alam bawah sadar adalah rencana akhirku jika kelak kubenar-benar putus asa.
Aku hanya akan mempelajari pergerakan semesta raya ini.
Mungkin akan membiarkannya menuntunku begitu saja, atau bahkan akan kugerakkan sendiri.

Apa yang terjadi kelak sayang?
Kita tak pernah benar-benar mengakhiri cerita seperti saat memulainya.
Ini berakhir dengan pengecut. Saling menghilang pada awal, yang pastinya, ada penyesalan.

Kau berkhianat, aku lantas beranjak?
Kemudian cerita-cerita bergulir. Tak adil bagiku, tapi tampak menguntungkan bagimu.
Aku masih sulit memperbaiki hati lalu menata ulang lagi.
Tentu saja menata ulang bukan untuk membawamu pulang dan menghuninya.
Tapi rasa percaya yang sama, seperti lenyap, kadaluarsa seiring kau melangkah hilang.

Kutunggu, sampai pengalihan ini memerdekakan hatiku.

Makassar, 24 Juli 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan