Index Labels

Selamanya, Malam tetap Malam

. . Tidak ada komentar:
Pasukan Kerung, Pejuang di Larut Malam (EPILOG)



Saya melintas di Jalan Kerung-Kerung beberapa malam lalu. Tengah malam, secara kebetulan. Saya sudah nyaris tak pernah mengingat tentang Pasukan Kerung selama beberapa hari sebelumnya sampai malam itu. Mereka masih di sana menunggu peristiwa.

Saat melihat ada Rais Sahabu, Reinhard Soplantila dan Idho Deryck tengah duduk diam di warung "Mami", saya tiba-tiba teringat belum benar-benar selesaikan tulisan ini. Dimana ada Prolog, pasti ada Epilog. Malam itu, sepanjang perjalanan pulang tersisa, saya berpikir untuk menulis Epilog tentang Pasukan Kerung.

Di saat saya sudah tak pernah singgah, saya mendengar kabar bahwa Ifan Ahmad dari Berita Satu sudah mulai menunggu taruna di warung Mami pada malam hari. Dia sudah jadi bagian dari Pasukan Kerung. Saya memang pernah bertemu dengannya di RS Bhayangkara Makassar saat meliput pada malam hari beberapa waktu lalu.

Pria gondrong di Pasukan Kerung nyaris punah karena Andis Sulhar sudah memotong rambut sebahunya. Dia akan menikah bulan depan.

Kejutan dari Andry Reski adalah, dia tiba-tiba mengirim undangan pernikahannya yang diadakan pada 16 Mei 2015. Saya datang bersama beberapa wartawan lain (bukan Pasukan Kerung). Andry tak melepas kacamatanya saat resepsi. Mukanya terkena taburan warna emas dari pakaian pengantinnya. Saya pikir bedak disko.

Mereka masih sering terlihat di malam hari. Saya melihat Rais Sahabu, Idho Deryck dan Andry Resky di Jalan Bontolempangan saat HMI melakukan aksi pada Rabu malam. Mereka duduk di trotoar dan sibuk dengan telepon genggam masing-masing.
Saat begadang saya kerap melihat-lihat status bbm para anggota Pasukan Kerung. Mereka memasang status sampai dini hari.  Memasang kode-kode kepolisian seperti; 810, 64 atau 86. Mereka juga mengirim sinyal entah kepada siapa saat ada operasi dari polisi atau penangkapan mendadak.

Saya tertawa sendiri di kamar jika ada yang memasang status menggoda, mengejek atau membully Reinhard Soplantila. Beberapa kali Idho Deryk memasang status tentang Faisal Wahab yang dipanggilnya "Mas Bay". Mereka tetap seperti itu.

Kira-kira kapan ini berakhir? Mereka pasti punya cerita-cerita baru tentang pernikahan dan malam-malam yang panjang. Mungkin ada beberapa aturan baru dan tradisi yang diubah. Ini mungkin akan meregenerasi karena suatu saat mereka yang saat ini ada, kelak bisa saja merasa lelah dan beranjak tua kemudian mengakhiri masa-masa malam panjang dengan menyediakan cukup waktu untuk istirahat. Kelak, mungkin mereka akan mendapatkan pengganti.

Di akhir cerita, semoga Semesta selalu berbaik hati pada mereka. Memberikan kelimpahan rejeki dan selalu dilindungi.


(end)
MAKASSAR, 22 MEI 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan