Index Labels

Penolakan Dini Hari (Lagi)

. . Tidak ada komentar:
Alkisah seorang gadis. Usianya baru 22 tahun lebih sedikit. Nyaris beberapa kali jatuh cinta. Dalam pengertian "merasa jatuh cinta".

Pada dini hari memasuki hari Minggu yang manis, rasa sesak karena pertanyaan di kepala yang tak mendapat jawaban pasti membuatnya nekat. Utarakan, dari pada tersiksa pada ketidakpastian. Beruntung jika sama, tapi jika tidak, lupakan!

80% keinginan sang gadis adalah jawaban yang selaras. Di tengah keremangan jelang matahari terbit ia menunggu jawaban. Sang pria membalas.

"Kuanggap adik. Ada yang lain."

Sang gadis merenung sesaat. Tadinya mengira akan stress pada penolakan. Tau-taunya, rasa lega mencuat karena telah dinyatakan. Malu, tentu saja ada. Tapi sesuatu yang selama ini bergejolak dalam pikiran menjadi tenang dengan sendirinya.

Ini yang kesekian kali.

Pelan-pelan sang gadis belajar untuk membedakan mana yang hanya obsesi dan mana yang cinta sejati.

"Jatuh cinta" demi "Jatuh cinta".
Pernyataan demi pernyataan.
Penolakkan demi penolakkan.

Untuk mencapai jatuh cinta yang sesungguhnya pun memang butuh kematangan. Namun, ketika itu menjadi obsesi, tak baik juga jika disimpan.
 
Mereka pernah mengganggu pikiran sang gadis dalam kurun waktu yang relatif panjang.
Mereka pernah menjadi cerita pada tulisan-tulisan yang diurai malam.
Mereka pun satu per satu dilupakan... Terlupakan.


Sang gadis memang tengah berpetualang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan