Index Labels

Tak Boleh Menyerah

. . 2 komentar:
Reinhard Soplantila tertidur dini hari (13/2/2015)
Pasukan Kerung, Pejuang di Larut Malam (7)


Saya tiba-tiba rindu ingin menulis kembali tentang Pasukan Kerung. Tadi pulang lebih awal karena mengantuk. Sampai di rumah, sebentar saja di toilet tiba-tiba punya inspirasi lagi untuk menulis tentang mereka. Kantuk tiba-tiba hilang begitu saja.

Malam ini saya agak bosan dan jenuh. Mungkin karena letih. Atau mungkin karena malam ini Pasukan Kerung tak banyak tertawa dan bercanda seperti biasa. Si Tukang Calla, Idho Deryck tak muncul dua hari. Mungkin dia sedang lelah. 
Sakit Kepala. Andri Reski (Komo) nyenyak di kursi warung mami

Saat tiba sekira pukul 23.00 Wita tadi, Rais Sahabu dan Andis Sulhar sudah ada di teras warung Mami. Kemudian hadir Reinhard Soplantila, Andri Reski, Bayu Firmansyah, dan Ilham Chepy yang akhirnya muncul kembali. Si gondrong satu ini hampir satu bulan tak muncul di Jalan Kerung-Kerung.

Taruna tetap ditunggu. Fajar Abu Thalib mestinya ada bersama kami malam ini. Tapi hingga saya memutuskan pulang, dia tak juga muncul. Ia tak datang karena merasa dirinya pembawa kedamaian. Setiap kali dapat giliran piket, nyaris tak pernah ada taruna. 

"Setiap piket malam, makassar cenderung aman. Bukti kalau saya membawa kedamaian." begitu ia tulis pada status BBM-nya. Hmm... saya curiga dia sedang pacaran. (hehe...)

Beberapa kali saya mendengar Andis Sulhar bersin. Ia lebih banyak diam seperti biasa di depan laptop. Andri Resky sibuk dengan Iphone-nya sendiri. Telinganya disumpal headset dan sesekali terdengar bersenandung kecil. Reinhard Soplantila tertidur di kursi pelastik putih. Tas ransel yang tak pernah dia lepas dari tubuh dipeluknya erat. Nyenyak sekali sampai mulutnya setengah terbuka. Rais Sahabu, sibuk dengan cincin batu bacannya. Ia menggosok permukaan batu cincin pada koran dan kain. Hampir setengah jam ia lakukan itu hingga akhirnya berhenti karena ingin memotret wajah Reinhard yang tengah tertidur. Bayu Firmansyah dan Ilham Chepy duduk di samping saya. Kami berbincang tentang hal-hal acak.

Malam ini, Bora datang membawa senjata api yang serupa revolver. Tadinya saya pikir itu senjata betulan, ternyata korek gas. Saya bahkan sempat mengacungkannya pada Reinhard yang memasang ekspresi tak suka. 

Ini aktivitas Pasukan Kerung yang tengah menunggu pagi. Keberuntungan tak pernah datang setiap malam tapi mereka tetap selalu muncul di Jalan Kerung-Kerung setiap malamnya. Meski pun tahu bahwa Fajar Abu Thalib sedang piket.

Tak boleh menyerah! 

Edit Video di depan IGD Plamonia pada dini hari.
Rais Sahabu selalu marah jika mendengar ada yang mengeluh karena taruna sedang kosong. Memang tak boleh menyerah! Andri Reski pernah didera sakit kepala dan memutuskan tidur di kursi warung Mami yang keras. Reinhard Soplantila juga beberapa kali terkapar letih. Bahkan pernah "tertindis" saat tertidur di Polsek Makassar. 

Mereka tak pulang... Karena meski terkapar letih dan diserang kantuk yang luar biasa, mereka harus tetap menunggu taruna. 

Selalu ada kata "Mungkin" kemudian "Pasti".

Baidewei, semoga proyek yang dijalankan Idho Deryck segera selesai dengan hasil yang bagus. Biar segera kembali bergabung dengan Pasukan Kerung. Kerung tanpa pria dengan nama KTP, Muhammad Sardi ini, hampa. :)
BONUS FOTO. Ini Faisal Wahab biasa dipanggil BaigonG

2 komentar:

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan