Index Labels

*Perempuan Malam, Tak Selamanya Jalang

. . 2 komentar:
Pasukan Kerung, Pejuang di Larut Malam (1)
Menunggu Taruna. Pada 3 Januari 2015, pukul 00.53 Wita 

Masih berlanjut kisah-kisah larut malam bersama para pasukan Kerung. Saat saya menulis ini, di luar tengah hujan deras. Saya bersama Pasukan Kerung lain duduk di teras warung milik "Mami". Waktu menunjukkan pukul 00.10. Kami masih menunggu sesuatu terjadi.
Malam ini, saya menulis ini dengan kemarahan yang meluap-luap. Meluap dalam benak.
Menjadi satu-satunya perempuan di antara para Pasukan Kerung memang janggal. Jika dipikir-pikir memang, bukan hal yang lumrah mendapati perempuan berkeliaran saat larut malam. Paling, segelintir perempuan yang menjadi jajanan para pria hidung belang. Yang sering saya temui di sisi-sisi Jalan Veteran saat pulang.
Tapi saya bukan perempuan jalang!
Saya berkeliaran menanti peristiwa terjadi. Sama seperti yang dilakukan para Pasukan Kerung. Begadang menjadi salah satu cara agar tidak ketinggalan. Selain itu, kesulitan tidur di malam hari menjadi salah satu alasan. Jika tak ada sesuatu yang perlu saya lakukan di rumah saat insomnia datang, hal lain yang mungkin perlu saya lakukan menunggu pagi datang, adalah dengan berbaur bersama para Pasukan Kerung. Akan ada banyak candaan, mungkin juga akan mendapat beberapa pelajaran.
Tapi beberapa orang, malah kebanyakan, melihat saya di antara para "pria besar" adalah sesuatu yang aneh. Beberapa mungkin berpikir saya gadis nakal yang menjurus ke perempuan jalang. Beberapa yang lain, bisa saja mengira saya perempuan malam yang sudah tak perawan. Pokoknya negatif. Aneh karena melihat ada perempuan (saya) masih berkeliaran pada waktu yang mestinya berbaring di kasur yang hangat.
Mungkin karena jarang ada perempuan berkeliaran malam.
Bersama para Pasukan Kerung bukan hanya tuntutan profesi. Saya senang berada di tengah-tengah mereka. Saya memang kerap butuh teman cerita pada saat malam. Yah, meski hanya sekedar mendengar mereka bercerita atau menanggapi candaan.
Bersama mereka mungkin saya akan mendapat banyak "pelajaran". Saya menempatkan diri sebagai satu-satunya perempuan dan yang paling kecil. Saking menempatkan diri paling kecil, beberapa kali menjadi bualan atau target candaan.
Sabar, harus bermental baja dan tanggapi seolah itu biasa. Toh para Pasukan Kerung adalah rekan yang akan menjadi teman.
(Tunggu kisah selanjutnya)

2 komentar:

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan