Index Labels

Pasukan Kerung, Pejuang di Larut Malam (Prolog)

. . 2 komentar:
Pasukan Kerung saat terang
Tabe Pasukan Kerung….

Belakangan ini, sejak saya mengenal kontributor MNC TV di Makassar, Muhammad Sardi yang mengubah namanya menjadi Idho Deryck, saya kerap tak tidur untuk menunggu peristiwa (kami biasa menyebutnya “Taruna”)  di Jalan Kerung-Kerung, samping Kantor Polsekta Makassar. Di situ, sepanjang malam, saya bersama beberapa teman media elektronik menunggu sesuatu terjadi. Peristiwa kriminal atau kebakaran.

Pak Dir Intel (Rais Sahabu) yang tengah. Apa pun
dibahas di sini, mulai dari taruna
sampai pekerja seks komersial
Pasangan Kece: Diduga keturunan Raja Yunani (Reinhard)
dan
diduga Keturunan Fang Sui Hi (Idho Deryck)
Tidak hanya Idho Deryck, ada Bayu dari Ve Channel, Andis dari TV One, Rais Sahabu dari SCTV dan Indosiar, Komo dari Kompas TV, Reinhard Soplantila dari Trans TV dan Ilham Chepy dari Fajar TV. Kontributor Metro TV; Baygon, Fajar Abu Thalib dan Vincent Waldy biasa bergantian menunggu taruna di Jalan Kerung-Kerung. Selain itu, sesekali wartawan senior; Agam Sofyan dari SCTV dan Alwy dari Trans 7 mampir untuk “berjaga” malam bersama kami.

Banyak yang saya petik dari aktivitas malam yang ekstrim dan sepi sepanjang bersama mereka. Kami biasa mengganjal perut dengan mie instant yang disediakan pemilik warung yang kami sapa “Mami” sambil menyeruput kopi susu hingga meja di teras warung jadi penuh oleh gelas-gelas kami. Untuk menjaga stamina tetap segar dan kuat, air mineral botol selalu setia dalam genggaman.

Apa yang kami tunggu?

Sesuatu terjadi.

Nah, kalau lagi kirim gambar, jangan coba-coba ganggu.
awas "dimakan" (Baigon dan Idho Deryck)
Jika tiba-tiba info peristiwa masuk, semua langsung siap bergerak. Ada yang rela tinggalkan mie instannya yang masih separuh, ada juga yang sampai menyeruput paksa kopi susu panas karena takut mubasir. Setelah itu, tanjap gas menuju TKP. Menembus malam yang gelap gulita dan membelah angin yang dingin. Beberapa kali bahkan menerobos hujan. Yang paling pertama di dalam benak adalah; “Pastikan bisa sampai di TKP saat peristiwa masih berlangsung.” Jadi, apapun tantangannya, hadapi!

Kerja yang sangat beresiko. Kami sibuk malah di saat kebanyakan orang terlelap. Bagaimana tidak, penjahat memang suka berkeliaran pada malam hari.

Tapi, serunya, sembari menunggu taruna, kami biasa bercanda atau berbagi cerita di teras warung. Jika bosan membahas PSK atau taruna, bully dan saling calla jadi alternatif untuk hilangkan kantuk. Jika kehabisan bahan calla dan tidak ada orang yang perlu di-calla, barulah kami pulang ke rumah masing-masing. Tepat di saat matahari mau terbit dan di saat orang-orang mulai terjaga. Kami baru mau berangkat tidur(*)





(Baca kisah menarik lain Pasukan Kerung di sini ;) )





2 komentar:

  1. Yakin ji kah klo akan ada seri keduax ????......
    Secara penulisnya tdk maumi injak polsek kerung............
    Au,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama ada yang baca, pasti dilanjut. :D

      Hapus

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan