Index Labels

Warga Miskin Kehilangan Rumah Lagi

. . Tidak ada komentar:
Petugas Pemadam Bantu Frans Enggot
 setelah disengat listrikSelasa, 2 Desember 2014
*1 Warga Tersetrum, 1 Terkena Luka Bakar


Insiden kebakaran kembali merenggut hunian warga di Kota Makassar. Pagi kemarin, 16 petak rumah yang dihuni 15 kepala keluarga yakni; Jaya, Sanung, Firman, Dg Rurung, Dg Nyarang, Rasang, Siga, Iwang, Ramadi, Syaria, Dg Eppe, Layya, Sijaya, Yonis Lemo dan Frans Enggot terbakar sekira pukul 05.15 Wita. Penyebab kebakaran tersebut belum ditahu pasti, namun warga yang menjadi korban atas insiden tersebut harus kehilangan hunian dan harta bendanya.

Berdasarkan informasi sejumlah warga yang menjadi korban atas kejadian tersebut, api diduga berasal dari rumah milik Firman. Namun, saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak ada di rumah. Rumah hanya dihuni salah seorang saudara mereka.

“Kan bersebelahan ji rumahku sama Firman. Dipisah dengan dinding tripleks. Kudengar dia teriak api baru lari keluar. Yang punya rumah tidak ada. Hanya iparnya yang perempuan,” ucap Siga, 32 tahun, yang saat ditemui FAJAR hanya mengenakan kain sarung di pinggang.

Siga mengaku tak sempat menyelamatkan seluruh barang-barang miliknya. Api menyebar dengan cepat di dinding rumah yang terbuat dari kayu dan triplek itu. Tak sampai beberapa menit, 16 petak rumah habis dilalap api.

Warga yang kehilangan huniannya sebelum matahari terbit pada 2 Desember kemarin, tergolong warga miskin. Rata-rata mereka bekerja sebagai buruh bangunan, kuli, pengemudi becak motor dan tukang sapu. Siga, kehilangan sepeda motor cicilan yang masih harus dibayarnya 17 bulan lagi. Ia membayar Rp640 ribu selama 34 bulan untuk sepeda motornya yang ikut hangus itu. Uang tersebut ia peroleh dari pekerjaannya sehari-hari sebagai tukang sapu. Tak hanya Siga, pantauan FAJAR pagi kemarin, nyaris tak ada barang yang berhasil diselamatkan. Beberapa korban bahkan selamat hanya dengan kain sarung di badan.

Pemadaman kebakaran kemarin sempat terhambat. Petugas Damkar dari Posko Timur dan Posko Induk sempat kesulitan memasuki lokasi kebakaran karena berada di dalam gang. Karena itu, armada harus menarik selang air sampai 200 meter untuk sampai ke titik api. Selain itu, di tengah upaya petugas memadamkan api, salah seorang warga, Frans Enggot, 43 tahun, yang ikut membantu tiba-tiba tersetrum listrik dari kabel PLN yang masih berarus. Karena hal tersebut, petugas menjadi panik dan segera mengevakuasi Frans dan menghentikan pemadaman beberapa saat.

“Armada tadi sulit masuk ke lokasi kebakaran. Untungnya warga antusias membantu. Namun ada 1 yang tersetrum. Terkait ada kecelakaan, kami minta ke PLN, jika ada insiden kebakaran mereka juga ikut turun,” ucap Sekretaris Dinas Damkar Makassar, Pagar Alam kepada FAJAR pagi kemarin.

Selain itu, Pagar Alam menambahkan, tim Damkar sering terhambat saat memadamkan api karena lambatnya reaksi PLN mematikan arus listrik di lokasi kebakaran. Khawatir terjadi kecelakaan bagi petugas Damkar saat memadamkan api, lanjut Alam, lambatnya pemutusan arus listrik juga memperlambat aksi petugas untuk memadamkan api.

“Kadang kita bisa sampai menunggu satu jam. Selain PLN,  Kepolisian juga ikut turun saat begini. Bagusnya kita sama-sama turun. Kepolisian mengamankan warga karena biasanya warga panik, mengatur dan menghambat kerja petugas,” tutup Alam menyarankan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan