Index Labels

Makna Menjadi Diri Sendiri

. . Tidak ada komentar:
Saya sering berkoar kepada teman dan di media sosial; "Jadilah Diri Sendiri!". Nyaris sering. Namun tiba-tiba malam ini saya baru sadar bahwa saya sendiri tidak begitu paham dengan apa yang saya katakan itu. Apa makna menjadi diri sendiri bagi saya? Apakah benar akan membuat saya menjadi lebih baik?

Menjadi diri sendiri versi saya, untuk sementara ini adalah; beraktivitas dengan rambut yang dicepol dan digulung ke atas, tak peduli wajah berminyak dan berjerawat. Selain itu, berpenampilan semau saya. Keren sesuai cara pandang saya.

Pandangan "Rock and Roll" itu saya bentuk sendiri. Versi saya. Pokoknya semaunya saya. Namun, tiba-tiba saya baru sadar bahwa saya hidup bukan untuk diri saya sendiri. Bahkan saya kadang terganggu karena cara pandang saya sendiri.

Lihat lah! Tampaknya saya jarang mengurus diri. Mungkin jika saya serius menanggapi jerawat-jerawat dan kulit berminyak di wajah, kulit muka saya tidak sebopeng ini. Atau jika, saya rajin mengonsumsi air putih, lingkaran hitam di sekitar mata saya tak akan segelap ini. Dan juga, jika saya perlu singgah sejenak menanggapi permintaan lambung saya, saya tidak akan sekerempeng ini. Kemudian, jika saya menyiapkan waktu beberapa menit saja untuk menyisir rambut, rambut saya takkan seberantakan dan serusak ini.

Pandangan saya tampaknya terlalu egois untuk jasmani saya sendiri. Saya rentan tak begitu peduli. Padahal memang, selain ada untuk kehidupan sendiri, kelak saya dibutuhkan banyak orang. Bagaimana jika saya tetap seegois ini?

Mungkin perubahan. Bahkan pemikiran yang sangat sulit menerima kritikan pun perlu diperbaiki. Mungkin karena saya kurang beriman dan jarang berbicara pada Tuhan makanya sulit untuk tenang. Saya semrawut, blak-blakan dan kadang asal. Tak jarang, saya menunjukan kesan seolah saya sangat bodoh.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan