Index Labels

Tiba-Tiba Sudah Sampai Di Sini

. . Tidak ada komentar:

Mei 2011 lalu saya menginjakkan kaki pertama kali di kota yang terdengar klasik dengan sebutan "Kota Daeng" ini. Datang sendiri. Mama dan Bapa hanya menyiapkan uang tiket dan sedikit uang jajan selama di perjalanan.

Saya datang dengan keinginan kuat, ingin kuliah di bidang Jurnalistik.

Juni 2011, dengan balutan kemeja biru lengan pendek, celana panjang, tas selempang dan sepatu kets, saya mendatangi Universitas Fajar Makassar untuk daftar ulang. Tak ada teman saat itu. Saya duduk sendiri di antara keramaian asing dengan dialek bicara yang lain. Saya bahkan tak tahu harus mengarahkan mata ke mana.

September 2011, saya resmi jadi mahasiswa. Salah menumpangi angkutan Petepete yang membawa saya jauh tersesat hingga ke Sudiang saat hendak ke kampus untuk MOS. Menangis dalam angkutan karena tak tahu harus kemana dan melihat waktu yang menyatakan saya sudah sangat terlambat.
 
Kuliah berlanjut. Pelan-pelan saya mendapat banyak teman.

Akhir November 2011, kampus mengutus saya (salah satunya) mengikuti Sekolah Jurnalisme Indonesia di PWI Sulsel. Saya lulus sebagai peserta termuda karena saat itu usia saya masih 19 tahun. Diwisuda dengan peringkat 14 dari 18 peserta yang lulus. Saat itu ada sekitar 40 wartawan pemula yang ikut.

Karena itu, profil saya dimuat di Tabloid Cerdas milik Kopertis. Muka saya ikut terpampang di beberapa media lokal. Saya tiba-tiba eksis.

Tahun 2011 berlalu...

Tahun 2012, saya masih kuliah dan semakin banyak teman. Saya sesekali menulis untuk Tabloid Almamater yang pertama kali diterbitkan Januari 2012. Tiga naskah saya pernah dimuat di situ.

Tahun 2013, saya memberanikan diri membukukan cerpen-cerpen saya. Pertama diterbitkan di media online. Dua kali naskahnya direvisi. Saya menerbitkannya tanpa bantuan editor. Akhir tahun seorang teman membantu mendesain sampulnya dan mencetakkan untuk saya. Beberapa ekslempar terjual. Profil saya bahkan pernah diangkat di Harian Fajar, 1 Januari 2014. Hmmm... Tahun 2013, pertama kali juga cerpen saya dimuat di Harian Fajar dan saya pernah mencoba bekerja di tabloid bisnis. Namun hanya satu bulan lebih.

Sekarang tahun 2014.

Saya mengawali tahun dengan membeli sepeda motor bekas yang saya beri nama LuckPay. Setiap hari kami bersama. Karenanya saya memberanikan diri melamar kerja. Saya magang di Harian Fajar sejak Maret 2014, dikontrak sejak Oktober dan sekarang pekerjaan saya adalah membuat berita setiap hari. Di waktu yang sama, saya masih sering was-was karena laporan KKLP belum disusun sama sekali.

Kemarin 16 Oktober 2014, saya kaget saat mendapat undangan VIP pada Wisuda Unifa angkatan VII. Saya pikir, saya mau diwisuda juga. Ternyata mau diberi piagam penghargaan prestasi karena telah menghasilkan karya.

Hmmm... Tak sadar, saya sudah sampai di sini. Sepertinya Bapa dan Mama yang ada di Flores Barat sana juga sudah semakin tua.

Makassar, 17 Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan