Index Labels

Menjebol Monumen Toraja di Losari (Dimuat di Harian Fajar edisi 10 Agustus 2014)

. . Tidak ada komentar:
Lukisan 3D karya Mike Turusy (9/8/2014)

Mike Turusy, salah seorang pelukis atau perupa asal Sulsel, dengan lincah menggerakkan kuasnya pada dinding monumen Toraja yang terletak di Anjungan Pantai Losari.

Mulai pukul 10.00, Sabtu, 9 Agustus, Mike memulai aksinya. Ia melukis dengan disiplin. Tak lama berselang, sisi bawah monumen sudah tampak berlubang sehingga pandangan mata bisa dengan jelas melihat tulisan “Mandar” yang terletak sekitar 10 meter di belakang monumen itu.

Langit yang cerah di atas hamparan pantai juga tampak jelas. Monumen Toraja berhasil "dirusak" Mike Turusy dalam tempo waktu  kurang lebih satu jam. Itulah salah satu karya lukisan 3D yang dibuatnya. Lukisannya seolah-olah nyata, riil, dan berbentuk.

“Saya mau tinggalkan kesan seolah monumen Torajanya jebol,” ujar Mike singkat saat didekati.

"Kerusakan" pertama yang dilakukan Mike, dengan membentuk wujud retak dari sisi tengah monumen. Tangannya dengan lincah menyapukan cat hitam pekat pada kanvas putih yang melapisi dinding monumen.
Kemudian, ia mulai menggambar langit sembari sesekali mengintip ke balik bangunan monumen untuk meniru warna langit di atas hamparan pantai. Setelah itu, kuasnya dicelupkan pada cat minyak berwarna merah. Ia mulai menulis huruf A dan R yang serupa dengan tulisan A dan R pada tulisan “MANDAR” raksasa .

“Coba berdiri di atas balok tripleks itu! Tulisannya ketemu kan?” ujarnya sambil tetap mengusap kuas bercatnya ke kanvas.

Dari atas balok tripleks hitam itu, terlihat jelas tulisan “MAND” di belakang monumen bertemu dengan tulisan  “AR” pada lukisan karya seniman nyentrik itu. Dengan bantuan lima warna cat minyak yakni putih, merah, biru, hitam dan kuning, lukisan beraliran realisme tersebut berhasil membuat monumen Toraja terlihat seperti telah dijebol.

Mike Turusy (Perupa Sulsel)
“Saya mau buat fenomena. Fenomena terjadi di Losari. Salah satu monumen di Perumahan Mandar Pantai Losari jebol,” jelasnya yang tampak unik dengan gaya busana country.

Mike Turusy menyebut karyanya sebagai salah satu karya seni rupa dengan gaya tiga dimensi transparan. Ia mengatakan, hal ini baru dilakukan pertama kali di Indonesia. Mike ingin gaya melukis tersebut pertama kali terjadi di Makassar. 

Sambil menyempurnakan lukisannya, Mike mengisahkan awal mula munculnya inspirasi untuk melukis tiga dimensi di pelataran Pantai Losari itu. Mike mengatakan, sebelumnya ia pernah melukis hal serupa di jendela ruangan sanggarnya yang berlokasi di Jalan Jampea.
Melihat karyanya tampak unik dan menarik, muncul ide untuk melakukan hal serupa di pelataran Pantai Losari. Bahkan, ia berniat akan melukis tiga dimensi di beberapa tempat umum di Makassar.

“Rencananya juga mau melukis transparan di fly over (Jalan Urip Sumohardjo, red). Mudah-mudahan ada izin dari pemerintah dan ada sponsor,” ujarnya dengan antusias.

Lukisan Mike Turusy yang menurutnya bersifat temporari itu selesai sekitar pukul 12.00. Setelah cukup dinikmati selama satu jam oleh pengunjung sekitar pantai, ia kembali menanggalkan  lukisannya dari Monumen Toraja yang masih utuh itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan