Index Labels

Media Tipu-Tipu

. . Tidak ada komentar:
Sumber gambar: Google
Mari kembali menonton Televisi dan membaca koran. Ada kah kita temukan fakta yang sebenarnya? Masyarakat tengah dibuat bingung oleh pemberitaan berbeda yang bertentangan. Televisi merah seharian tampilkan hasil hitung cepat lembaga survey yang menyatakan Prabowo-Hatta menang. Televisi birupun demikian, dengan lembaga survey yang lebih banyak menampilkan kemenangan Jokowi-JK.

Semakin bingung, saat koran pun berlaku demikian.

Kedua kubu bagai berlomba-lomba untuk menjadi pemenang. Padahal perhitungan real count baru memasuki tahap PPS. Pertentangan berimbas ke media massa yang memiliki fungsi utama, "Memberikan fakta sebenarnya kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi ambigu."

Keduanya katakan, ini fakta!!! Saking mempertahankan fakta, mereka berlomba-lomba mendatangkan pembicara atau ahli dan sebagainya untuk memberikan pernyataan tentang fakta yang mereka yakini kebenarannya. Mungkin kah masyarakat terlalu pikun bahwa para pembicara ataupun ahli itu juga berpihak pada kandidat tertentu? Susah mencari siapa yang netral di era serba punya kepentingan ini.

Media telah terkontaminasi. Media teracuni. Media lupa diri.

Seorang teman berkata pada saya, "Saya malas membuka Televisi dan menonton berita. Pemberitaannya berbeda dan bikin bingung."
Dia benar. Saya pun demikian. Kini lebih menarik menyaksikan Upin-Ipin atau Spongebob yang tayang pada pagi hari dibandingkan Berita Pagi yang ber-tag line, "Faktual", fakta dan aktual. Acara berita malah bikin sakit kepala. Kebenarannya mulai diragukan.

Tak ada yang mau tampilkan secara terang-terangan bagaimana proses perhitungan di tingkat kelurahan. Jangan-jangan, saking fokusnya para awak media menyorot lembaga survey yang bergentayangan itu, oknum tak bertanggung jawab di PPS telah luput mengganti kotak suara. Bisa saja terjadi. Pada pemilihan legislatiif kemarin, banyak kasus demikian terjadi yang baru terungkap pada perhitungan suara.

Terlambat!!!

Mari mulai mengawasi perhitungan yang esok mulai masuk di tingkat kecamatan! Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief katakaan, rekapitulasi harus dilakukan secara terbuka. Jadi siapa pun bisa ikut masuk dan awasi proses perhitungan. Bagusnya kita beramai-ramai ikut duduk bersama saksi untuk memeriksa, supaya tak ada celah bagi orang serakah untuk memanipulasi surat suara.

Soal media, tutup televisimu jika ia kembali tampilkan informasi yang ambigu!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan