Index Labels

Si Rupawan Nan Jangkung

. . Tidak ada komentar:
Berpose bersama Lukisan Karya
 Jenry Passasan 

Ia bertanya, "Sejak kapan?" Sejenak aku diam seribu bahasa. Haruskah bertanya demikian? Bukankah itu sama seperti menoreh luka? Kujawab dengan diam.Ia mendesak jawaban. Kutampik dengan sepenggal kalimat pengalihan, kuutarakan, "Aku tak paham!" Ia menyerah. Kami lalu sama-sama terdiam.

Dalam hening, batinku berteriak histeris. Adakah cinta yang salah? Jika demikian jangan biarkan!
Ingin kurajut kisah hingga tetap tinggal karena sulit 'tuk pulang. Aku tak mungkin berbalik merapuhkan pendidikan.
Tapi aku takut sendirian...
Aku tak ingin menua dalam kesepian. Makanya kupikirkan sang rupawan 'tuk temani masa depan.
Namun sang rupawan kurang pengertian, menyimpan beban, menaruh ketidakpastian, menyiksa dalam pengharapan. Sang rupawan hanyalah idaman yang benar tak paham.
Seribu kali kuuturakan. Betapa sang rupawan mengagumkan.
Sederhanya...
Keras kepalanya...
Idealisnya...
Dan betapa besar cintanya pada Tuhan...
Tetap saja, sang rupawan punya kekurangan.
Lebih kurang dari hidung dan mata indahnya...
Ia tetap biasa saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan