Index Labels

Namanya LuckPay (Lucky and Pray)

. . 2 komentar:

Skuter jadul keluaran tahun 1999. Pemilik sebelumnya membelinya di tahun 1999 juga. Tampak dirawat dan sangat disayang. Makanya body-bodynya masih mulus dan mesinnya masih bagus. Bahkan stater tanganpun masih bisa.

Akupun sayang. Makanya kuberi dia nama. Dia tak hanya sekedar mahluk mati yang bisa bergerak, tapi sahabat baik juga. Penemani yang setia dan bisa diandalkan. Memberi keberuntungan, memudahkan dan mampu membuatku menjangkau segala tempat tanpa beban.

Sungguh kusayang...

LuckPaypun punya kekurangan. Ia kalah pada hawa dingin. Tak jauh beda denganku. Jika pagi hendak kugunakan, mesinnya harus dipanaskan sampai sekitar setengah jam. Jika tidak, mesinnya enggan melaju, walaupun kutarik pedal gas sedalam mungkin. Ia takkan mau diajak buru-buru jika tidak dipanaskan sebelumnya. Benar-benar pekerja baik yang ingin selalu panas. Tak bisa didiamkan lama.

Tapi tunggu dulu. Walaupun begitu, ia tetap bisa dikendarai dengan cepat. Jika aku buru-buru dan dalam situasi genting, ia pasti bisa diajak 'balap'. Lajunya bisa sekencang skuter modern lain, melaju gesit melewati jalanan dan fly over dan dengan lincah menyalip kendaraan lain. Pintar, dia benar-benar bisa diandalkan.

Semoga LuckPay tetap begitu. Kuat dan bisa selalu diandalkan. Suatu saat, aku akan menggantungnya di dinding kamar agar dia abadi. Sama seperti sepeda ontel yang ada di dinding ruangan tengah rumah dosenku. ;)

2 komentar:

  1. hahahahaha......kebayang yahh,,,LuckyPay di pajang di dinding!!!
    yg pengen saya tanya,,di tahan apke apa biar LuckyPay nya tidak jatuh ke lantai???hehehehe

    BalasHapus
  2. nnti digantung pakai tali nilonn... hahaha

    BalasHapus

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan