Index Labels

Indahnya Menjadi Guru Kelas Belajar OKY

. . Tidak ada komentar:
Mereka menyambutku di pintu. Aku tergesa karena terlambat setengah jam. Padahal jadwal mengajarku untuk adik-adik Kelas Belajar OKY harusnya mulai pukul 09:00. Aku kesasar beberapa menit karena lupa jalan. Padahal sudah dua kali ke sana. 
Seorang anak perempuan menyapaku dengan senyum lebar, 
"Siapa mi nama ta?"
Aku mengulas senyum, "Vera."
Kutenteng ransel memasuki ruang persegi yang telah padat diisi anak-anak kecil.
Mereka lalu membentang spanduk bekas ke lantai. Pak Manji Lala relawan pembimbing lalu mengarahkan mereka duduk dan membentuk lingkaran. Setelah berselengka, mereka bernyanyi bersama. Suara mereka riang dan parau. Lirik lagunya sudah dihafal dengan baik.

Usai menyanyi, Pak Manji memberi kesempatan padaku untuk mulai mengajar. Kuraih selembar dongeng yang telah diprint, kemudian duduk di antara adik-adik. Awalnya sulit menaklukan adik-adik. Mereka lumayan bandel dan sulit diatur.
Kucoba sabar lalu mulai membaca dongeng. Setelah membaca satu paragraf, kuhentikan bacaanku dan spontan layangkan pertanyaan.
"SIAPA YANG HIDUP SEORANG DIRI???"
"PETANIIIII," serentak dijawab oleh sejumlah anak. 
Aku girang. Kuingatkan untuk menyimak dengan baik dongeng yang kubacakan karena akan ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab setelah dongeng dibaca. Mereka serentak diam, mulai serius dan memperhatikanku. 

Setelah membaca habis dongeng yang judulnya 'Petani yang Baik Hati', kutawarkan bagi siapa saja yang mau menceritakan kembali. Yunus, Yunita dan Isna merasa bisa tapi tak berani.
"Malu-maluka kak," kata Isna tersipu saat kusuruh berdiri disampingku dan mulai menceritakan kembali.
Selanjutnya, Yunus mencoba, ceritanya terhenti karena disambut tawa oleh teman-temannya. Aku ikut tertawa. 

Belajar selesai setelah mereka mengumpulkan kertas jawaban dari tiga pertanyaan yang kutulis di papan tulis. Pak Manji bersama teman-teman dari HMJ Gizi Poltekes Makassar lalu membagikan bekal berupa pisang goreng, telur rebus dan air mineral pada adik-adik. Mereka menerima dengan riang, bahkan sampai berebutan. Setelah itu, berpamitan dan menyalimi tangan Pak Manji dan teman-teman relawan lain. Akupun disalimi. Saat giliran Yunus yang menyalimiku, ia bertanya,
"Kak, apa hadiahnya kalau juara satuka?"
Aku berpikir sejenak.
"Nanti ada. Buku nah!" jawabku dengan senyum sumringah. Yunus kemudian berlalu sambil tersenyum girang sambil menggenggam telur rebusnya.

Ingat janjiku yah! :D

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan