Index Labels

Anak Kecilpun Bisa Membuat Kita Berarti

. . Tidak ada komentar:
Afwan, keponakanku mulai terisak minta ikut saat kubilang akan pulang. Mamanya tetap berbaring di kasur sambil merengkuh Isat, adiknya yang baru 10 bulan. Aku mulai mengemas barang-barangku dan menyimpannya dalam tas, memakai sweater lalu mengambil helm.

"Mama.... ikut tata Vera," isak Afwan dengan matanya yang mulai banjir oleh air mata. Aku berpaling, tak menggubrisnya yang mulai berdiri mendekatiku, kuupayakan tak memegang kepalanya seperti biasa karena takut tangisnya makin pecah.

"Jangan! Tata mau ke kantor," ujarku tanpa melihat padanya. Tas selempang kutarik dan kuseret menuju pintu. Afwan mengekor padaku, memegang gagang pintu sambil menangis pilu,

"Ikut tata Veraaaaa...." sahutnya lagi dengan nada pilu. Aku tetap berpura-pura tak peduli kemudian menyalakan LuckPay, suara tangisnya makin keras saat kubelokkan setir hendak membalikkan arah LuckPay. Aku tak tega lalu berbalik padanya.

"Tata mau pergi kerja, bukan ke kos. Besok yah..." bujukku sambil menatapnya dengan sungguh-sungguh. Ia tetap terisak, nada tangisnya makin pilu. Aku lalu menarik pedal gas dan meninggalkannya dengan suara tangis yang semakin keras dan hilang saat aku menjauh.

Sepanjang perjalanan, aku kepikiran, rindu padanya. Andai tak kutinggalkan, mungkin malam ini kami akan bermain di kasur sampai bosan, bercerita tentang Nenek Gerondong lalu tidur sambil berpelukan. Akh Afwan... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan