Index Labels

Akrobatik Monyet

. . Tidak ada komentar:
"Monyet... monyet!"
Aku mendengar anak-anak tetangga berteriak di jalanan depan indekostku. Lantunan musik klasik yang terdengar riang mengundang rasa penasaranku untuk keluar dari kamar. Kuintip dari balkon ke arah jalanan dan melihat sekawanan anak tetangga tengah mengerumuni akrobatik monyet. Aku langsung masuk kembali ke kamar, mengambil kamera dan segera turun bergabung bersama anak-anak lain menyaksikan atraksi binatang pintar tersebut.

Seekor monyet kecil dan ramping tengah mondar-mandir di jalan raya menggunakan sepeda motor kecilnya. Ia bergerak lincah, seperti seorang pengendara manusia dengan helm hijau yang menutupi kepalanya. Lehernya diikat tali kuning panjang yang menghubungkannya dengan pemandunya. Gerakannya mengikuti irama musik yang dimainkan pemandu lain di sisi jalan.

Layaknya manusia, tubuhnya dibaluti baju dan celana berwarna hitam. Ia memeragakan akrobatnya dengan sangat baik dan menggemaskan, aku bersama anak-anak kecil lain tak bisa berhenti tertawa melihat tingkah lincahnya yang melesat dari sisi jalan yang satu ke sisi jalan yang lain. Cerdik, bahkan topengnyapun dikenakannya sendiri. Pemandu hanya melempar alat peraga di hadapannya dan ia langsung memakai dan memeragakannya sesuai fungsi alat peraga tersebut.

Kadang ia meloncat dan seperti menjerit marah hendak menyerang pemandunya jika pemandu menarik tali kuningnya dengan paksa. Ia juga beberapa kali menatap pada lensa kameraku saat kucoba memotret dirinya. Seperti mengerti, benar-benar terlatih. Setelah beberapa menit pertunjukan, sang pemandu menyodorkan kaleng pada para penonton yang bersorak tepuk tangan untuk pertunjukan si monyet yang sangat menghibur. Aku mengeluarkan selebaran dua ribu rupiah sebagai pernghargaan kepada si monyet dan pemandunya yang lincah.

Sayang hanya dua ribu, padahal pertunjukannya luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan