Index Labels

Sejarah Gordenku yang Manis

. . Tidak ada komentar:


Tadi siang, tepat saat matahari bersinar dengan sangat terik, aku menuju salah satu mall di Makassar. Niatku ingin beli gorden untuk hunian baruku yang selama ini kupakaikan seprai karena jendelanya yang sangat panjang. Gorden lama terlalu pendek untuknya.

Aku mengitari mall dengan perut keroncongan dan kepala yang agak pusing (efek kurang tidur) mencari-cari gorden yang sesuai dengan hayalanku. Sederhana, berwarna biru dengan motif yang tdk berlebihan dan kainnya ringan. Beberapa stand kumasuki dan aku berulangkali kecewa karena gorden yang ada di dalam hayalanku tak ada yang jual. Model-model yang ada sama saja, tak mengundang seleraku dan terlalu membosankan (Harganya juga mahal). Aku putus asa dan memutuskan pulang, tapi sekali lagi sukses tersesat karena saat tiba di pintu keluar, aku bukan berada di tempat parkiran sepeda motor tempat kuparkirkan LuckPay, tapi justru di halaman muka mall lain (Tau mall Carebosi dan MTC kan? aku berada di pintu masuk Carebosi dan skuterku di tempat parkir MTC), sepeda motorku ada di seberang jalan. Letihku menjadi karena emosi, tak mungkin jika kuharus menyebrang di jalanan ramai dengan matahari yang teriknya benar-benar menguras seluruh sisa zat dan mineral dalam tubuhku, bisa-bisa aku pingsan di tengah jalan, bagus kalau ada yang mau berhenti dan mengangkatku, tapi jika tidak?! masa aku harus tewas mengenaskan di tengah jalan karena digilas mobil-mobil yang lewat?

Aku langsung masuk lagi ke mall bawah tanah yang menyebalkan itu dan mencari jalur menuju mall MTC, tiga kali memutar dan aku selalu tiba di tempat yang sama. Rasanya kuingin teriak. Aku mencoba memakai logikaku, jika Mall MTC dimana LuckPay berada ada di hadapanku, berarti aku harus lewat jalur mana? Pikiranku terbuka lalu aku berjalan ke arah kanan, terus berjalan.

Saat tengah mencari jalur keluar, sebuah stand bahan tekstil membuatku berhenti. Aku memasuki stand itu dan mencari-cari kain yang sesuai dengan imajinasiku. Aku menemukannya (Oh inikah hikmah dari nyasarku yang kelewatan tadi?), kain berwarna biru muda dengan motif bunga warna-warni. Cantik sekali. Bahannya juga ringan dan lembut. Aku langsung membeli tiga meter dan pulang dengan bahagia. Gordennya akan kujahit sendiri, apa gunanya mempelajari keterampilan menjahit saat SD jika tidak diaplikasi, hehe.

Sampai di indekost, aku langsung menarik seprai strawberry yang menutup jendela kacaku selama ini dan mengeluarkan kain biru bunga-bunga manisku. Kuukur dan ternyata panjang jendelanya hanya dua meter. Kugunting setengah meternya dan mulai menjahit. Kupakai metode jahit jelujur agar rapi, dan jahitanku selesai tepat saat jam hampir menunjukan pukul 21:00. Jahitanku sukses dan gordenkupun jadi. Segera kupasang pada jendela dan menambahkan potongan gorden lama yang berwarna biru polos untuk menutup bagian atasnya. Sekedar ingin membuatnya terlihat lebih manis. Nah, gordenku selesai. Aku suka menatapnya di bawah cahaya lampuku yang terang sekali. Biru yang manis dan ceria..hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan