Index Labels

Pengagum yang Bungkam

. . Tidak ada komentar:

Aku bungkam dalam kagummu,
Rinduku kukumpul dan kubawa seharian,
Setumpuk rindu bagai rapuh di kala malam datang,
Akuu bagai dikejar bayang,
Tak bisa lari, tak bisa menghindar

Dan malam seenaknya menggodaku 'tuk ingat,
Tak bosan, tak jera, tak juga berhenti.
Padahal sudah kutahu segalanya mustahil,

Mana mungkin kan?
Aku duduk memuja di bawah malam,
sementara kau bertahta dengan indahnya di bawah gemintang,
Adakah kau yang di atas kemilau cahaya melihatku yang terpuruk dalam gelap?
Tak mungkin kan?
Makanya kubiarkan kagumku membungkam dan rinduku bergulir dalam malam yang diam.

Dan kau tetap saja, bagai penjeda mimpi yang membuatku terjaga,
Dan kau selalu saja, pemaksa pagi yang buatku beranjak dari malas dan lelah.
Dan kau juga, yang buatku membasuh muka lebih lama,
berhadap saat jumpa wajahku bercahaya di depanmu,
berharap walau sehari saja.. kita terlihat serasi dan setara.
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan