Index Labels

Mama

. . Tidak ada komentar:
Aku rindu. Harusnya liburan tiga minggu ini pulang dan bertemu dirinya lagi. Aku ingin memeluknya, kuat, eraaaat sekali. Mamaku yang bermata seperti kristal dan selalu penuh kasih itu, yah walaupun sering cerewet dan mengomel jika kumulai bandel.

Aku anaknya yang selalu merepotkan. Penggangu tidur siangnya dan yang selalu memaksanya memijat punggung pada malam hari. Jika kumulai mengadu karena punggung dan kepalaku terasa nyeri, ia akan datang membawa minyak urut ke kamar memijat kepalaku kuat-kuat dan mengoleskan minyak pada punggung sampai kumerasa enak. Hampir tiap malam, dan ia tak pernah menolak. Aku selalu membuatnya khawatir sejak kecil.

Mama juga satu-satunya peluluh rasa tegarku. Berulangkali aku kecelakaan dan berpura-pura tak sakit di depan orang banyak, tapi jika sudah melihat wajahnya, rasa perih di kakiku seolah menjadi dan aku pasti akan menangis keras. Dia pelepas beban yang disimpan dan tak bisa keluar. Satu-satunya jalan untuk rasa lega saat masalah tertimbun dalam hati. Akh, Mama.. 

Aku berniat mencurinya dari Bapaku dan saudara-saudaraku. Aku ingin membawanya ke Makassar. Hampir dua tahun ini ia tak mengunjungi anaknya di tanah rantau. Dulu saat dua kakakku masih kuliah, ia pasti akan datang setiap tahun. Mencek apakah anak gadisnya benar-benar kuliah dan baik-baik saja. Tapi aku.... baru sekali dikunjungi saat semester dua dahulu. 

Akh, Mama.. entah kenapa tiga hari ini ia rutin meneleponku. Selalu saja ia bertanya soal sakit kepala dan punggung yang memang sering menyerangku saat letih atau masuk angin sejak kecelakan pada kelas dua SMP dulu. Ia memahami rasa sakit dan gelisahku walau kami berjauhan dan jarang berkomunikasi lewat telepon. Satu-satunya penyejuk dan pelepas lara, pemberi semangat belajar walau hanya mendengar suaranya. Akh, mama... pelepas tangis yang luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan