Index Labels

Persepsi Orang Picik

. . Tidak ada komentar:
Ada seorang gadis, setiap hari ia hampir menggunakan setelan yang sama untuk kuliah. Celana panjang lusuh yang terlalu besar untuk tubuh kurusnya, dan kemeja yang tampaknya ukuran untuk ayahnya. Rambutnya dicukur pendek seperti potongan seorang laki-laki. Ia selalu sendirian, tak pernah ada segerombolan teman yang mengekor padanya atau sekedar mengajaknya bercerita. Ia jauh dari kesan menarik, cantik dan beruang seperti segelintir orang yang selalu menjadi kerumunan banyak teman di kampus.

Ia tak pernah ikut duduk di pelataran kampus bersama teman lain, wajah polosnya selalu menunjukan ekspresi datar dan hampir seperti orang yang tengah minder jika berpapasan dengan orang lain. Beberapa teman menganggap ia aneh, ia cupu, ia 'rantasak' dan ia sangat kampungan. Itulah kesan yang selalu terlihat dari luar dirinya. Gadis tak berteman.

Tau-taunya, ia adalah gadis dengan nilai akademik yang selalu sempurna setiap semesternya, ia adalah mahasiswa yang selalu menjadikan perpustakaan sebagai tempat tongkrongannya, dan buku-buku adalah sahabat-sahabat setianya. Lebih menabjukkan lagi, di usianya yang masih sangat muda dan belum mencapai strata satu, ia telah dipercaya menjadi dosen dan mengajar teman-teman seangkatannya.

Wah, betapa menggetarkannya mendapati orang biasa yang ternyata sangat luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan