Index Labels

Trip To Parangloe

. . Tidak ada komentar:


Sudah lewat beberapa hari dari tanggal 8 Desember kan? Aku sudah berjanji akan menulis dengan detil tentang perjalanan kami menuju air terjun Parangloe di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Nah, sekarang aku ceritakan.
Awalnya begini, jauh-jauh hari aku dan teman sejurusanku, Umul, sudah berniat ingin mengunjungi tempat air terjun tiga susun yang katanya keramat dan angker itu. Aku memang pernah mengunjunginya satu kali. Rencana ini memang sudah dibuat sejak sebuan lalu, namun baru direalisasikan pada tanggal 8 Desember kemarin, tepat di hari ulang tahunku.
Kami lalu mengajak beberapa teman sejurusan, diantaranya ada Yanti, Evi, Wawan, Harun, Yudi, Ivon, Revan, Tima, Aksa, Icha dan Lukman. Jadi kami pergi ber-13. hehehe.

Malam sebelum hari keberangkatan, aku sempat dicegah dosenku untuk kesana, katanya sedang musim hujan dan itu sangat bahaya. Namun, berhubung rencana kami sudah matang dan kami semua sudah tak sabar ingin melihat air terjun tersebut, rencana itu tidak dibatalkan.

Pukul 10:00 (08 Desember 2013) kami berangkat dari pusat kota Makassar, kami semua menggunakan sepeda motor sesuai dengan kesepakatan sebelumnya untuk tidak ada yang menggunakan mobil. Kubilang ini adalah perjalanan "Rock and Roll", jadi tak seru jika menggunakan mobil. Semua setuju.
Di perjalanan, ban dalam sepeda motor yang kubawa pecah. Jadi kami berhenti sesaat di sebuah bengkel untuk tabeles ban. Setelah hampir setengah jam, ban motor sudah dipasang kembali. Kami melanjutkan perjalanan.

Hampir tengah hari saat kami memasuki Kecamatan Parangloe, langit masih cerah dan belum ada tanda-tanda akan hujan. Di persimpangan jalan menuju tempat air terjun yang masih jauh itu, kami menunggu beberapa teman yang masih jauh di belakang sekalian rehat sesaat. Seorang pengojek menyarankan kami untuk melewati jalan lain yang lebih dekat. AKu menyebutnya jalan lain karena sebelumnya, saat aku mengunjungi Air terjun tersebut, kupilih jalan yang belok kiri (akh sulit kujelaskan karena aku lupa menanyakan nama jalannya). Jadi kami putuskan untuk melewati jalan lurus.
Tiba di dekat air terjun, masih ada sekitar 5 Kilometer untuk sampai kesana. Kami memarkir sepeda motor di halaman salah satu rumah penduduk. Kendaraan memang tidak bisa dibawa masuk karena kondisi jalan yang tidak bagus. Jadi, kami harus berjalan kaki sepanjang 5 kilometer dengan membawa bawaan masing- masing yang lumayan berat. Bawaan yang paling diandalkan adalah sekantong ikan segar yang akan dipanggang, arang siap bakar, nasi matang dan sekantong mangga yang nikmat. Pokoknya, kami akan bersenang-senang di air terjun nanti.
Kami menerobos hutan dengan kondisi jalan yang rusak. Sebagai pencetus ide dan yang dianggap “tau” karena pernah kesana, aku diserang seribu pertanyaan teman-temanku. Mereka menanyakan arah, sejauh mana, dan apakah jalan yang kami lewati sudah benar? Aku kebingungan, sudah kubilang bukan jalur ini yang kulewati pada kunjunganku sebelumnya. Muncul perdebatan dan sebagian marah-marah, kami sudah mulai diserang letih dan gelisah jangan-jangan kami akan tersesat. Kucoba membuat teman-temanku optimis, “Kita kan sedang berpetualang, jadi jangan takut kalau tersesat!” Mendengar perkataanku itu, Ivon langsung marah, ia mengancam akan melemparku dengan batu jika kami benar-benar tersesat.  Hehehe..
Untung ada Lukman. Ia membuat kami mendapat sedikit harapan, katanya jalur yang kami lewati sudah benaria juga sudah pernah kesana. Jadi kami terus melangkah, walau tanda-tanda bunyi air belum ada. Semoga tidak tersesat.
Betapa senang hati kami saat akhirnya mendengar suara air yang mengalir dengan deras. Dengan tak sabar kami menerobos semak belukar mencari jalan kecil memasuki kawasan air terjun.
“Kita adalah orang pertama yang mendatangi air terjun langsung ke puncaknya. Hebat!” Sorak Umul girang.
Kami lalu menyimpan bawaan kami pada bebatuan di tepi air terjun. Sejenak merendam-rendam kaki pada air yang mengalir deras. Aku lalu bergegas mengumpul kayu kering untuk memanggang ikan. Namun, belum berapa menit kami menikmati air terjun, hujan tiba-tiba mengguyur dengan sangat deras. Basahlah semua... Tak ada yang luput dari air hujan 
Segera kami mengemas barang kembali. Aksa menyarankan kami pindah tempat, katanya lebih bagus jika kita melihat air terjunnya dari bawah, lebih bisa dinikmati. Kami lalu berpindah tempat dan melawan rinai yang makin menjadi. Namun belum sampai di tempat tujuan, hujan makin deras turun dan bertubi-tubi. Kami menyerah lalu memutuskan untuk pulang.
Hujan yang kian deras dan hawa dingin kami terobos di tengah hutan, tak banyak bicara karena badan kami menggigil. Sebagian dari kami juga tak tahan karena sudah lapar. Kami tinggalkan Air terjun Parangloe dengan penuh rasa penasaran, mubasir dan agak kecewa. Seandainya tak ada hujan. Perut yang masih kosong juga sangat mengganggu, Harun sempat nekat ingin melahap buah mangga karena terlalu lapar. Alih-alih mencari tempat kering untuk memanggang ikan. Tapi sia-sia, Yudi dan Wawan yang membawa ikan segar juga sudah jauh di depan kami. Jadi kami melanjutkan perjalanan.
Tiba di tempat tadi kami memarkir kendaraan, hujan agak reda. Kami menimbang-nimbang apa yang akan dilakukan pada ikan segar yang tadi kami bawa. Yudi sempat menawari rumahnya, namun kami ragu karena rumahnya masih jauh di kota Makassar, tiba-tiba Lukman mengajukan saran. Ia mengajak kami ke rumah keluarganya yang tidak jauh dari situ, kami akan memanggang ikan dan mengisi perut kami yang keroncongan di sana. Maka dengan tubuh yang sepenuhnya basah, kami bertolak ke tempat Lukman. Ikan yang tadinya mau dibakar, akhirnya digoreng. Sekitar pukul 16:00, kami menghabiskan ikan goreng yang nikmat bersama-sama, makan dengan lahap walau sebelumnya sudah duluan mengisi perut kami dengan buah mangga dan mie instant yang dimakan mentah.
Hampir pukul 18:00, kami pamit pulang tanpa lupa berterimakasih pada pemilik rumah. Masih dengan tubuh yang basah, kami kembali ke kota Makassar dengan kesan masing-masing  tentang perjalanan hari itu. (End)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan