Index Labels

RINDUKU BUNGKAM

. . Tidak ada komentar:


Seperti sekarat kubilang, rinduku pada pria jauh itu lumayan buat dadaku sesak. Laki-laki itu, yang entah sedang apa dan tengah memikirkan apa di seberang. Aku hanya bungkam dalam rindu yang sangat dan terlalu angkuh untuk menghubungi duluan. Akh, bukan angkuh! Tapi bisa dibilang tengah bimbang, antara cercaan teman yang akan berseru, "Pengemis cinta!" dan 'ketahudirianku' akan hubungan kami yang sudah bukan apa-apa. Dia bukan siapa-siapaku lagi walaupun rasa rindu seutuhnya masih padanya. Kusebut dia tetap sang tuan pada ladang rindu yang jauh-jauh hari lalu dia tanam.

Hampir tiga tahun kami berkasih-sayang, saling melontarkan rayuan dan perhatian. Walau hanya dengan suara. Tanpa sentuhan, tanpa tatapan. Hanya saling dengar desah-desah rindu di penghujung malam, bahkan tertidur nyenyak bagai sedang berdekapan. Hanya dengan suara kami puaskan dahaga rindu yang selalu saja mendera.

Tapi kini, aku bungkam dalam rindu yang kutampung dan mungkin suatu saat membusuk tanpa pernah dituainya. Karena dia hilang, karena aku tak bisa menolerir, tak ingin berbagi. Cukup aku satu-satunya sang tuan!

Makassar, 28 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan