Index Labels

Misteri 31 Desember (bukan horor)

. . Tidak ada komentar:
Dulu orang-orang menulis sesuatu pada batu. Ditulis dengan batu kapur yang akan langsung dihapus selang beberapa menit jika ada catatan baru yang hendak ditulis. Begitu kata almarhum kakak bapa saya yang juga merupakan kepala sekolah di SD tempat saya belajar. Saya penasaran. Lalu bagaimana mereka bisa mengingat jika catatannya ditulis hanya untuk kemudian dihapus setelah beberapa menit? "Ingatan orang dulu lebih kuat dari yang sekarang," jawab beliau. Oh... saya takjub!

Jelang beberapa massa, saya mengintip biodata Bapa saya dan menemukan tanggal lahirnya. Bapa lahir pada 31 Desember 1963. Wah, ada hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Hingga tiba hari itu, pagi-pagi sekali dengan gembiranya saya ucapkan selamat padanya. Beliau kaget dan bingung. "Ulang tahun? Bapa tidak ingat!" ujarnya dengan dahi yang mengkerut. Saya bingung, masa tanggal lahir sendiri tidak tau? Bapa tersenyum lalu menjawab, "Bapa tidak tahu tanggal lahir bapa. Lupa!" Eh, apakah (alm) kakek dan nenek tak pernah memberitahunya? Bapa menerawang. Mungkin pernah tapi Bapa tak ingat. Saya manyun, agak kesal. "Lalu bagaimana dengan semua biodata di ijasah dan dokumen penting bapa?"

Orang dulu yang tak jelas kapan tanggal lahirnya akan menetapkan tanggal 31 Desember sebagai tanggal lahir mereka. Kebanyakan begitu. Saya semakin bingung dan kecewa. Akh, (alm) kakek dan nenek pasti tak sempat memperlihatkan catatan tanggal lahir Bapa padanya. Atau mungkin Bapa masih bayi dan belum bisa membaca tulisan kakek yang setelah beberapa menit harus dihapus agar batunya bisa ditulis dengan catatan lain. Duh, coba seperti masa lahir saya, Bapa menulis dengan tinta tanggal lahir lengkap dengan hari dan jamnya pada buku. Jadi, saya tak perlu meragukan tanggal kelahiran saya saat mendapati tanggal kelahiran di akta kelahiran berbeda dengan yang ada di catatan Bapa. "Itu kesalahan arsip!"Jawabnya saat saya bertanya. Akh, jauh-jauh hari baru tau ternyata perubahan tanggal lahir di akta saya adalah siasat agar masuk ke tanggungan pemerintah. Hahaha, Bapa... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan