Index Labels

Aku Pamit Yah 'Za

. . Tidak ada komentar:
Hey...
Aku pamit. Kisah Eza mau kututup disini.
Malam telah jelaskan semua, tentang arti tanda tanyaku, arti gelisahku dan mau dibawa kemana "jatuh sukaku". Dia tak perlu masuk ke tahap jatuh cinta. Tak sampai.
Ternyata benar, jalan lurus akan kutemukan jika telah mengutarakannya pada Eza. Kutemukan apa yang kucari! Kutemukan jawaban untuk kegelisahan selama ini. Perasaan itu hanya emosi sesaat dan kekeliruanku membaca psikologi, aku salah persepsi lagi.

Benar kan?? Tak ada rasa cinta pada pertemuan yang sesaat, dan aku tertohok saat bulan dalam kabut membuka mataku. Sentuhan justru membunuh kekagumanku, dan malam usai hujan itu malah terasa semakin dingin, yah walau kala itu Eza tepat di sampingku. Dia sama sekali tak pengaruhi hangat dalam hatiku. Eza hanya temanku, teman yang kelewat ramah dan baik. Akunya yang terlanjur gede rasa tanpa menyelidiki dulu. Mungkin karena terlalu ceroboh dan buru-buru. Maaf, berulangkali aku berpikir mungkin karena aku labil, bahkan untuk membaca perasaan sendiripun aku sering keliru. Ckckckckck.
Ini membahayakanku...

Oke Eza, aku pamit yah. :) Dan segala kisahku selama ini tamat disini, Eza akan jadi cerita. Dalam lembar-lembar hidupku yang kelak entah akan berhenti dimana. Sejenak kupikir Eza menambah pengalaman dan pengetahuanku tentang rasa. Yah... ini juga membantu mendewasakan aku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan