Index Labels

Aku "Suka" bapak-bapak

. . Tidak ada komentar:


Tadi siang berkelana mencari toko buku tua, aku ingin mencari Majalah Intisari Edisi tahun 1970an sampai 1989. Tugas dari dosenku. Seorang teman di facebook memberiku alamat sebuah tempat koleksi buku tua yang ada di Jalan Veteran. Aku mengajak dua teman sejurusanku.

Awalnya kami mencoba mendatangi perpustakaan PWI. Seingatku, PWI masih menyimpan buku-buku lama sejak jaman orde lama. Selesai ujian kami berangkat, dan hampir pukul 16.00 tiba disana. Kami disambut seorang penjaga perpustakaan. Sambil berbincang, kami mecari-cari Majalah Intisari di antara tumpukan-tumpukan buku lama yang berdebu. Tanganku berubah warna menjadi hitam, pencarian kami nihil.

Kami lalu menuju alamat yang sudah diberikan teman di facebook. Sempat kesasar karena diantara kami bertiga belum pernah ada yang kesana. Setelah memutar-mutar di Jalan Veteran, akhirnya kami menemukan perpustakaan tua yang dimaksud. Tempatnya agak kumuh dan aku sempat ragu saat melihatnya dari luar, "Jangan-jangan aku salah tempat."

Seorang pemuda menyapa kami di pintu, aku bertanya, "Ini perpustakaan buku tua yah?" Ia mengangguk lalu membiarkan kami masuk. Aku takjub melihat isi perpustakaan kecil yang situasinya jauh dari kesan perpustakaan kebanyakan. Ruangannya sempit, rak-rak bukunyapun kusam dan berdebu. Tampaknya sudah lama tidak diganti. Aku langsung mendekati rak-rak tempat ratusan buku tergeletak. Banyaaaak sekali.... sebagian judulnya bahkan sudah tidak terlihat karena tintanya telah pudar dimakan waktu. Mataku langsung tertuju pada rak di pojok kanan, aku besorak, kulihat sederet majalah yang kami cari tergeletak disana. Aku buru-buru membuka rak dengan girangnya, dan bersorak pada dua temanku. Mereka lalu melangkah ke arahku dan mengambil majalah.

Aku langsung membawa majalah yang kuambil ke tempat duduk yang disertai dengan mejanya. Kemudian bertanya-tanya pada orang-orang yang menjaga perpustakaan klasik itu. Mereka bercerita tentang Bapak mereka yang merupakan pemilik perpustakaan tersebut. Katanya, beliau sangat mencintai bukunya dan tidak satupun buku-buku sejak masa mudanya yang dibuang, semuanya disimpan baik. Aku penasaran ingin sekali menunggu sang bapak. Kami lalu memutuskan menunggu sebentar dan tak lama kemudian sang bapak datang. Beliau masih kelihatan kuat, tubuhnya tinggi dan masih tegap. Ia seorang bapak yang ramah dan murah senyum, ia bahkan duduk bersama kami dan bercerita tentang buku-bukunya. Aku suka sekali mendengarnya bicara, ramah, berwibawa dan menyenangkan. Ia juga menanyakan tujuan kedatangan kami, aku bilang bahwa kami ditugasi mencari majalah tua untuk kuliah, ia mengangguk mengerti lalu membiarkan kami membawa pulang majalah tersebut untuk dipinjam. Wah senangnya, kukira Ia takkan membiarkan kami meminjamnya. Setelah mencatat nama dan judul buku yang dipinjam di buku tamu, kami pamit pulang. Sang Bapak (maaf, aku lupa namanya) mengantar kami keluar, aku senang sekali dan menyempatkan diri menyalami beliau dan mencium tangannya. Duh... kalau ketemu Bapak-bapak bawaannya seperti ingin diperlakukan seperti balita lagi, hehe. Aku naik ke sepeda motor lalu melambaikan tangan pada beliau yang masih tetap berdiri di luar pintu sampai kami pulang. Oh... Bapak, semoga anda umur panjang dan semoga kita bisa bertemu lagi. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan