Index Labels

Air Terjun Kesepian

. . Tidak ada komentar:
Siang tadi, Dewi Jayanti mengajakku ke Kabupaten Gowa tepatnya di Kecamatan Parangloe. Tujuan kami kesana adalah untuk mendatangi sebuah lokasi air terjun yang terletak di pelosok desa Borisalo.

Kami berangkat tanpa membawa apa-apa. Uang tak bawa, makananpun tak bawa. Hanya bermodalkan satu botol air mineral yang dikemas Dewi di dalam ranselnya. Kamipun berangkat dari Makassar sekitar pukul 14.00 bersama dua orang anggota Mapala STIMIK Handayani Makassar, Busur dan Anca. Kami menempuh jarak sekitar 43 Km dari kota Makassar menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang menyenangkan.

Sesampainya di desa Borisalo, kami harus menyimpan kendaraan kami sekitar 2 km dari lokasi air terjun. Hal ini disebabkan karena akses jalan menuju air terjun belum diperbaiki. Kondisi jalan masih bebatuan dan sangat berbahaya jika kami tetap membawa sepeda motor kami. Jadi kami harus jalan kaki menerobos hutan, sawah dan perumahan warga. Salah satu upaya untuk menemukan keindahan yang tersembunyi di Pelosok Kecamatan Parangloe.

Aku semakin penasaran ketika menemukan aliran sungai yang deras. Awalnya kami kesulitan menemukan jalan menuju air terjun, dengan modal nekat saja kami berputar-putar di hutan dan akhirnya menemukan jalan masuk ke pusat air terjun. Aku, Dewi, Busur dan Anca langsung bersorak senang kemudian bergegas menikmati aliran air yang sangat segar itu. Aku juga tanpa segan-segan melewati bebatuan sekitar air terjun dan menceburkan badan ke aliran sungai yang deras, sayang jika sudah datang tapi tak bisa menikmati airnya. Kami lalu berbincang-bincang, menikmati pemandangan sekitar air terjun dan tanpa lupa memotret. Sejenak aku lamunkan tentang betapa sepinya tempat tersebut, padahal dia sangat menarik untuk dikunjungi. Sepertinya air terjun Parangloe belum dijadikan salah satu tempat wisata. Sayang....

Sekitar pukul 17.00 kami memutuskan untuk pulang. Ada sekitar 30 menit lamanya kami jalan kaki ke tempat tadi kami meninggalkan sepeda motor. Pukul 17.30 kami meninggalkan Desa Borisalo dan kembali ke Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan