Index Labels

Mimpiku Terkubur oleh Lalaiku Sendiri

. . Tidak ada komentar:
Di luar tengah rinai. Hujan terus turun sejak pagi. Aku malah terpekur di atas kasur, berguling-guling bingung. Bagusnya buat apa??

Remang-remang kamar membuatku tak fokus memandang. Sunyi-senyap karena beberapa penghuni kos menghilang untuk liburan. Sebenarnya ini waktu yang pas, pas untuk menulis dan bercerita. Ingin kurangkai sebuah novel lagi. Lama sekali tidak melakukan itu. 

Ilham tiba-tiba datang. Aku haus membangkitkan imajinasiku dan menciptakan kisah dalam kepalaku tanpa ragu-ragu. Rindu masa polosku dulu, hanya dengan pulpen dan selembar buku, beberapa karya kubangun dengan giat dan sampai tamat. Semangat itu pudar kini, tepat disaat jelang dewasa dan ada sejuta harapan dan imajinasi yang sering mengalun-alun di kepala. Aih, susahnya membangunkan jiwa yang lama tertidur dalam lalai dan waktu hampa. 

Sempat terbangun... saat sederet buku fiksi dijaja pada beberapa rak di toko buku. Beberapa tahun lalu, kala belum banyak dalam kepalaku, di masa aku tergila-gila pada buku, sempat punya angan kelak karyaku akan terpampang juga. Di deret bersama buku-buku lain dengan sampulnya yang licin dan mengkilat-kilat. Namaku turut terukir di tepian sampul depan dan setelah sinopsis di sampul belakang, fotoku ikut dipamer juga. Jadilah aku penulis yang sebenarnya. 

Impian yang belum tercapai jua. Hanya ada lalai, minder, takut dan kurang percaya diri. Kukubur mimpi, biarkan dia bersembunyi, kupelihara malas dan mengulur waktu. Entah sampai kapan kubiarkan. Gerakkan tangan ini Tuhan, walau lewat secarik kertas dan pulpen usang. 

Makassar, 18 Februari 2013 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan