Index Labels

Bahagia yang Abadi adalah CINTA!!! Bukan UANG!!!

. . Tidak ada komentar:

                Aku ingin membagi pikiran. Sejumlah orang entah itu wanita atau pria memikirkan kehidupan yang mapan untuk masa depan. Ini memang pikiran semua orang, tidak ada orang yang berangan untuk menjadi orang miskin, semua orang ingin punya banyak uang karena memang segalanya butuh uang. PRICE!!!
                Tapi tidak selamanya uang mampu membeli kebahagiaan.
                Aku sering berjumpa dengan orang-orang yang berangan menjadi orang kaya. Aku angkat tangan, aku juga ingin kaya kelak. Tapi sejumlah orang melihat bahwa uang akan membuat mereka bahagia. Banyak uang artinya bahagia! Sejumlah gadis mendampingi pria tajir, berangan akan menikahi pria yang mapan dan punya segalanya, bagaimanapun bentuknya pria tersebut dan tanpa perlu memikirkan perasaan. Bahkan pacar yang paling disayangpun akan ditinggalkan jika dia tidak mapan dan tidak beruang. Astaga, aku takjub karena dia mendahului cinta dengan uang.
                Uang, uang dan uang. Harga memang menjadi satuan mutlak yang tidak bisa dihindari oleh kehidupan apapun di dunia ini.  Ingin makan, harus ada uang! Ingin minum, uang lagi! Ingin jalan-jalan, perlu uang. Kemanapun, dimanapun dan apapun jangan lupa gosok-gosokan jari jempolmu pada jari telunjuk lalu acungkan dengan tatapan wajar. Sial kan?! Uang menggeser nilai perasaan, cinta!!!
                Aku mulai merenungi hal tersebut. Benarkah demikian? Bagiku tidak!!!
Apa yang bisa memenuhi kebutuhan spiritual jika tiap hari dalam pikiran dan hati hanyalah bagaimana memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya?! Apalagi jika telah menikahi seorang pria kaya dan mapan tanpa perasaan cinta sama sekali, yang penting dia mengasupimu dengan makanan lezat tiap hari, menyimpanmu dalam rumah besar yang mewah lalu menyediakan mobil-mobil mewah seharga 1 M dan bisa keluar negeri tiap minggu untuk berbelanja tas Prada. Wah, sekalinya sang pria bangkrut dan jatuh miskin, wanita yang terlanjur dimanja dengan uang memilih menuntut, memaksa lalu mundur dan menggugat cerai. Rasanya aku ingin tertawa.
                Percayalah pada cinta….
Jika perasaan ini tidak dianggap realistik dengan kehidupan, mengapa ada begitu banyak sekali kisah nyata orang-orang yang bertahan dan berbahagia dalam kehidupan yang penuh cinta walaupun tidak kaya? Cinta itu bisa buat segalanya jadi baik, aku yakin! Semuda apapun diriku, tapi aku sangat yakin. Dia tumbuh dalam hati, memang abstrak tapi dia benar-benar mampu memberi kekuatan. Bayangkan saja, ketika kita melakukan sesuatu dengan cinta, maka hasilnya akan baik dan sangat memuaskan. Orang-orang yang hidup dalam cinta akan selalu bersyukur dalam hidupnya dan mereka akan bertahan lama walau tidak punya banyak uang, mereka bahagia.
 Begitu juga dengan kehidupan rumah tangga kan? Ketika satu pasangan menikah dengan cinta, pasti mereka akan menjalani hidupnya dengan baik dan bahagia. Mereka melakukan apapun bersama-sama, membangun sesuatu dengan saling melengkapi. Karena cinta telah mampu membuat mereka satu dan sejalan, dan dari situlah mereka bisa menghasilkan uang dan mensyukuri berapapun yang mereka peroleh. Tidak ada tuntutan, tidak ada paksaan dan pastinya tidak ada cerai berulang-ulang.
Mudah-mudahan aku tidak akan menikah karena uang.

Makassar, 21 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan