Index Labels

Koreksi Diri

. . Tidak ada komentar:


7 November  2012
                Hari ini aku membeli perlengkapan menulis. Kertas, spidol warna dan pulpen. Aku berencana untuk kembali bereksperimen dengan benda-benda itu, sudah lama aku tidak melakukan apa-apa di meja belajar yang setiap malam menontonku yang selalu sibuk dengan handphone. Hampir aku tak pernah menulis dan menghias meja belajarku lagi. Meja belajarku merana sendiri.
                Sesungguhnya ada beberapa hal yang membuatku kembali. Akhir-akhir ini aku berdiam diri dalam kamar kosku dengan berbagai pikiran menekan yang akhirnya menjadi masalah. Aku tertekan dan “hampir mati” dalam gemelut rasa stres yang berlebihan. Sampai-sampai siklus menstruasiku terganggu, jerawat-jerawat juga tumbuh di wajahku. Rasa sakit pada pinggang, punggung dan kepala membuat moodku hilang, sensitif sekali pada berbagai hal. Yah, masalah yang kupendam membuatku hampir meledak dan berencana menghancurkan sedikit perabotan di kamarku, lepas amarah. Tapi, beberapa waktu lalu kepalaku seperti menganga, pikiranku terbuka dan mulai berpikir tentang peralatan menulis yang sudah aku beli siang tadi. Akupun mulai menulis ini sekitar pukul 01.45 pagi, waktu yang pas sekali untuk menulis karena kudapati temanku telah terlelap di kasur.
                Aku mulai memikirkan hal-hal di luar masalahku. Tentang mading yang rencananya akan aku buat, tentang blogku dan tentang buku-buku bacaan yang belum selesai aku baca. Seperti ada roh kudus yang menyadarkanku, menyuruhku bangun dari kemalasan dan pesimis yang selama ini tumbuh subur dalam diriku. Akupun berpikir tentang berapa kali aku absen pada jam kuliah tertentu, berapa kali aku mengabaikan organisasi yang dulunya sangat aku cintai dan juga berapa banyak aku menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak berguna. Saat ini aku sadar.
                Aku juga berpikir tentang mantan kekasih yang tidak jelas dimana dan siapa. Dia membuatku mengoreksi sedikit sifatku, membuatku memutar kembali memori, mencoba mencari kesalahanku yang mungkin telah membuatnya bungkam tiba-tiba. Sejenak aku tersadar bahwa aku memang belum dewasa dan juga belum pandai menjalani suatu hubungan. Betapa kekanak-kanakkannya diriku. Mungkin sudah saatnya aku melepas sedikit egoku dan mulai memikirkan orang lain diluar kepentinganku.
                Dan tentang teman-teman.... aku telah menyimpan amarah tanpa mereka tau. Mungkin mereka telah merasa dan mencurigai perubahan sifatku. Beberapa jam ini aku menyiksa diri, berdiam diri dan menjauhkan diri. Aku sedang mencoba untuk menenangkan diri dulu sekalian untuk menempatkan diri sambil koreksi. Perlahan-lahan aku kan dewasa sendiri. Tak ada gunanya juga jika aku menjudge kesalahan teman sementara ia melakukan kesalahan tanpa dia sadar, mungkin aku juga pernah melakukan kesalahan yang sama. Yah... sudahlah!
                Nah, apa yang kulakukan pagi nanti? Aku akan menyapa teman-temanku, mandi, bersiap diri dengan buku dan pulpen untuk belajar kemudian jika ada sedikit waktu, kusempatkan untuk menemui seseorang disana, mencoba memperbaiki hubungan dengannya agar aku tidak perlu terlalu galau lagi.
                02.20, waktunya kututup cerita ini. My world dari Avril Lavigne akan mengantarku tidur. Helo tommorow?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan