Index Labels

Si Pampang Manis

. . Tidak ada komentar:



Sebuah cerita tentang teman dekat sepupu…

                Langit cerah sekali waktu itu. Sepupu melangkah di sampingku, kami hendak kemana? Aku lupa. Saat tiba di persimpangan, kau melintas dengan sepeda motor, mengenakan kemeja, celana panjang dan sepatu kets. Kau berhenti di samping kami lalu menyapa sepupu, aku tersenyum kecil saja,mendengar cerita mereka. Lalu kau berlalu, iseng saja aku bilang pada sepupu kalau aku suka.
                Kau mengunjungi rumah sekitar pukul 10.00 di hari berikutnya. Aku sudah mandi, bersih sekali. Pagi itu, aku mengenakan baju kaus andalanku dan celana pendek. Takjub sekali melihat gayamu pagi itu, celana pendek yang sengaja di sobek pada beberapa sisi dan baju kaus oblong. Setelah bercakap-cakap sebentar denganmu, aku lalu keluar dan membiarkan kalian bercerita berdua dengan sepupuku. Waktu itu, aku penasaran padamu.
                Beberapa waktu kau sering mengunjungi rumah, bercakap-cakap, bercanda dan sesekali menemaniku bermain domino. Aku mulai mempelajarimu dan mulai dekat denganmu. Kita jadi seperti sepupu. Kadang-kadang juga bercakap-cakap berdua sambil menikmati kopi atau teh. Kau mulai rutin mengunjungi rumah. Kita semakin dekat dan kau juga sering singgah dan menginap. Rasaku bertumbuh sejak itu.
                Suatu waktu, aku terkejut senang saat tiba-tiba kau bilang mau menjemputku di kampus. Aku mendapati dirimu sudah berada di depan kampus saat aku keluar dengan kelelahan sehabis Masa Orientasi Study. Lega sekaligus gembira sekali waktu itu. Tidak kusangka kau mau datang tanpa aku minta dan untuk pertama kalinya aku membonceng di belakangmu. Wajahku sumringah sepanjang jalan, ingin terbang rasanya.
                Pernah juga, saat sepupu keluar kota dan kakak sedang KKN, kau selalu datang menemaniku. Mengajakku bercerita dan main domino, kita berdua saja. Suatu malam, kita hampir saja jalan-jalan berdua kalau seandainya omku tidak menjemput. Waktu itu, kau datang dengan pakaian yang rapih dan bersih. Aku sempat tidak enak karena telah membuat janji tapi mengingkarinya. Saat itu, aku terpaksa untuk ikut dengan om. Bisa jadi kau kecewa.
                Waktupun berlalu, aku mencoba jalan dengan orang lain untuk melupakanmu. Tapi aneh rasanya pacaran dengan pria lain sementara yang aku suka adalah kau. Jadi, kuputuskan mengakhiri pelarianku. Tapi sejak itu, aku merasa seperti mulai jauh darimu. Kita jarang cerita berdua, kau hampir tak pernah lagi menyapaku. Hingga saat ulang tahunku, kau menyiramiku dengan air deterjen, kejutan yang lucu dan menyenangkan sekali. Aku juga punya kesempatan untuk mengecup kedua pipimu saat itu, ingin sekali aku bilang terimakasih.  Tapi saat itu, sesuatu terjadi dan membuat hubungan kita semakin buruk. Kita bertengkar hebat, saling sumpah dan rasanya aku kecewa sekali padamu saat itu.
Beberapa hari kita tidak saling sapa dan bicara. Sebuah tanda buruk bagiku. Sejak itu, kau jauh dan asing sekali. Sakit rasanya mendapati dirimu seperti memusuhiku.  Aku jadi merindukan saat-saat bisa cerita denganmu.
                Setelah pindah tempat tinggal, aku mencoba untuk melupakannya. Sesekali aku menghubunginya lewat telepon dan mengunjungi sepupuku sebagai dalih untuk melihatnya. Berbagai cara aku lakukan untuk mencari perhatiannya dan untuk mengunjungi dia, ada-ada saja. Beberapa kali dia juga membantuku. Aku ingat suatu waktu saat dia mengantarku hujan-hujan, kami berdua sama-sama basah kuyup, dan juga saat dia memperbaiki jendela kamarku. Dia sering muncul disaat yang tidak terduga.
                Sampai sekarang ini, hubungan kami tidak begitu baik. Si Pampang Manis semakin misterius, beberapa pertanyaan muncul di kapalaku. Suka kah dia padaku? Ada tidak rasanya padaku? Pernahkah dia merindukanku? Dan….
                Apa yang terjadi jika kami jadian lalu pacaran?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan