Index Labels

Jatuh Cinta, Pacaran dan Usia Berkaitan kah?

. . 2 komentar:
Sejauh ini saya beranggapan bahwa jatuh cinta itu berkaitan erat dengan usia. Pacaranpun terikat di dalamnya. Perasaan bisa tumbuh pada seseorang ketika dia tiba pada usia tertentu, dan rata-rata pada masa pubertas. Pada masa peralihan ini, manusia seperti punya insting, akan ada perasaan lain terhadap lawan jenis, dan mungkin itulah yang dinamakan jatuh cinta.
                Saya punya pengalaman masa pacaran. Kencan pertama saya saat berada di  Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 2. Pada saat itu, banyak pengalaman yang saya dapatkan. Saya merasa istimewa dan lain saat itu, disitu saya sedikit paham bahwa akan ada ikatan rasa antara perempuan dan laki-laki, keduanya akan saling mencari. Tapi saat itu, saya belum yakin bahkan belum tahu betul apakah saya memang sedang jatuh cinta.
                Setelah dari itu, saya mengenal banyak teman laki-laki dan suka pada beberapa diantaranya.  Kelas 1 SMA saya pernah suka sama teman dekat saya dan mengungkapkannya padanya. Kami sempat berpacaran sebentar, akan tetapi saya tidak menemukan kenyamanan dalam hubungan itu. Jadi setelah itu, kami memutuskan untuk berteman biasa  saja. Kemudian di tingkat berikutnya, saya menyukai seseorang yang sedikit lebih tua dari saya. Saat itu, saya berpikir benar-benar jatuh cinta padanya walaupun hubungan kami hanya sebatas lewat telepon saja. Sekali lagi, jalinan itu tidak bertahan lama karena alasan yang sama, tidak nyaman.
                Beberapa waktu terlewat, saya mendengar banyak kisah dari teman-teman sebaya saya. Tentang kencan, ciuman, bercumbu dan bahkan ada yang sampai berhubungan seks. Saya hampir belum pernah mengalami itu semua, bahkan ketika usia saya telah lewat dari usia 17 tahun. Bagi sejumlah orang hal itu biasa, tapi sebagiannya lagi menganggap itu sangat luar biasa. Saya mulai berpikir saat itu, apakah semua itu berkaitan dengan usia? Usiakah yang menentukan jatuh cinta, berkencan, ciuman, bercumbu dan berhubungan seks? Bisa jadi iya!
                Pada awal masa kuliah, saya menjalani hubungan jarak jauh. Kami setiap hari berkomunikasi lewat telepon dan menggunakan berbagai cara untuk bisa membuat perasaan kami makin kuat dan mesra. Bisa dibilang ini bukanlah pacaran yang nyata, karena kami tidak bersentuhan dan tidak bertemu pandang. Ikatan kami  berjalan hanya karena komunikasi lewat dunia maya, tapi kami sama-sama merasakan jatuh cinta terhadap satu sama yang lain. Pada hubungan ini, saya belum benar-benar menemukan kenyamanan dalam hubungan kami. Ada yang beranggapan kami bisa mempertahankan hubungan itu karena sudah kuliah, pikiran telah dewasa. Sekali lagi, hal ini juga berkaitan dengan usia.
                Lalu pada usia berapakah  seseorang paham dan tau tentang jatuh cinta yang sebenarnya? Ada yang bilang, jatuh cinta yang sesungguhnya saat kita merasa nyaman dengan pasangan kita. Nancy Van Pelt menulis dalam bukunya “The Compleat Courtship”, tentang makna sebuah hubungan dalam hal ini pacaran dan makna jatuh cinta. Dia juga mengungkit-ungkit soal usia. Saya menangkap makna tersirat dan sedikit tersurat dalam bukunya, bahwa “hubungan” dan perasaan cinta itu memang berkaitan dengan usia. Setiap orang akan merasakan jatuh cinta dengan takaran rasa berdasarkan tingkatan usia dan pengalaman kencan yang sudah dilewatinya. Rasa nyaman akan nyata pada usia tertentu ketika seseorang telah banyak tahu dan pola pikirnya telah berkembang. Akan tetapi, bahkan pada saat seseorang berada pada tingkat itu, tidak semua orang bisa mengetahui dan memahami bahwa dia benar-benar jatuh cinta dan memang perasaannya adalah cinta sejati atau sekedar cinta birahi karena nafsu belaka. Karena terbukti, ada begitu banyak hubungan dan pernikahan yang gagal bahkan ada yang sampai berulang-ulang kali. Lalu, pada usia berapa seseorang bisa memahaminya? Apa ada yang mau berkomentar tentang ini?
               

2 komentar:

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan