Index Labels

berita pertama ala Vera

. . Tidak ada komentar:

Sekolah Jurnalisme Indonesia
Praktek Teknik Wawancara

                Nama pengajar                 : H. Marah Sakti Siregar
                Hari/tgl                                 : Kamis, 1 Desember 2011
                                               
SJI di Sulsel Membantu Terbentuknya Jurnalis Muda yang Kompeten
                “…system pengajarannya langsung tepat sasaran dan contoh-contoh yang diberikan juga contoh-contoh yang konkret, jadinya sangat mudah dipahami.” (Erik Sabini)

Makassar.
                Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan mengadakan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) di Makassar. Kegiatan yang di buka pada hari Kamis (1/12/2011) di gedung Graha Pena Fajar Makassar ini mengikut sertakan 40 peserta, diantaranya wartawan dari berbagai media massa Sulsel dan mahasiswa jurusan Komunikasi konsentrasi Jurnalistik dari Universitas Fajar Makassar. Pengadaan SJI ini baru pertama kali di adakan di Makassar yang sebelumnya sudah diadakan di beberapa propinsi seperti di Kalimantan, Jawa dan Sumatera. PWI Sulsel mendatangkan para pengajar dari Jakarta yang telah berkompeten di bidang jurnalisme.
                SJI bagi beberapa siswa SJI sangat bermanfaat bagi perkembangan wawasan dan keterampilan para jurnalis muda maupun calon-calon jurnalis muda. Menurut Fredrikus Wolgabrink Sabini (Erik) salah satu peserta yang diwawancarai di lokasi mengatakan ,“ SJI sangat bagus, system pengajarannya langsung tepat sasaran dan contoh-contoh yang diberikan juga contoh-contoh yang konkret, jadinya sangat mudah dipahami”. Sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih mengikuti SJI ini, Erik juga  merasa sangat beruntung. Mahasiswa Universitas Fajar yang baru masuk ke semester lima ini juga menanggapi bahwa adanya SJI di Makassar juga mampu memotivasi semangat para kaulam muda khususnya mereka-mereka yang ingin terjun ke dunia jurnalisme.
                Erik (21) juga memaparkan motivasinya mengikuti SJI karena ingin tau secara etodologi dan konsepsi tentang jurnalistik, selain itu, dia juga ingin menambah pengetahuannya tentang jurnalisme. Sebagai salah satu mahasiswa yang beruntung, Erik juga merasa sangat bangga bisa menjadi salah satu siswa pada Sekolah Jurnalisme ini, “sekalipun belum resmi menjadi seorang jurnalis, saya merasa sangat senang bisa bergabung dengan wartawan-wartawan media untuk belajar di SJI ini. Ini merupakan pengalaman berharga bagi saya.”paparnya. (Apolonia Bahali) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan