Index Labels

BATU-BATA

. . Tidak ada komentar:

BATU BATA

Ada celah berongga di sana-sini
Sapuan angin badai sedikit menggoyahkannya
Hirupan hawa beku menggemetarinya
Beberapa karikil kecil menghiasi permukaannya

Bagian bawah sudah terbentuk,
Di bawah kecupan api raksasa,
Di bawah belaian nafas dunia,
Terus memoles…

Satu…
Dua…
Tiga…

Hitungan rutin terlontar mudah,
Bergantian dengan ceria,
Ada rasa kecut, agak pahit, dan sangat manis…
Halilintar ikut menyambar rutin
Hujan basah bertitik-titik membelai irama
Badai bertiup, mendesah kencang…
Fiuuuhhhh….. gemuruh menikam
Dan betapa indahnya,
Tegap… mendekap

Ia menari sana-sini
Menghitung agar saling terkait
Terkait saling sapa,
Sampai benar-benar adanya
Setengah…

Lagi…
Lagi…

Belaian itu menari
Kunang-kunang pelangi gubris
Menari dan berwarna-warni
Mengaitnya, menunggu menjulang.

Belum sepenuhnya
“Ehm, ada apa?”
Sesuatu  mengganjal, mengurang
“Apa?
Oh tidak,
Aku masih butuh batu-bata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan