Index Labels

hati yang sebelah

. . Tidak ada komentar:

                                                                HATI YANG SEBELAH


Kudengar tabrakan hujan dengan halilintar…
Matahari terkalahkan oleh awan-awna kelabu..
Suram cahaya yang menembus benang-benang kusut tirai jendela
Dingin hawa angkuh bertiup membelai tengkukku..
Kau kutunggu…
Entah bagaimana, rasa ingin mulai menghujani batinku
Merindukanmu walau hanya sekedar gemaanmu, sembari berpeluk dalam alunan hujan yang memilukan hatiku.
Hujan telah membawamu ke kepalaku, mendorong hasrat bodoh dalam benakku.
Hasrat ingin bertemu,
Hasrat ingin melihat,
Hasrat ingin mendengar suaramu…
Bodohnya aku…

Aneh, benang-benang maya berwarna-warni,
Menari-nari pada ruang hampa dalam batinku,
Keraguan menumpuk berlapis dengan rasa egoku
Saat kutuntut kau mentari untuk menjadi surya yang lebih terang lagi,
Itulah aku…

Taukah kau? Yang jelas segalanya bek timbangan lonceng yang saling mengangkat,
Tak mau kalah yang satunya, dan yang satunya berambisi menang
Jadinya, aku malah terombang-ambing…

Para jarum waktu telah menggeram padaku,
Seperempat bulatan jantungku mengumpat-umpat padaku,
Memalukan! Tak tau malu.
Tapi sebagiannya lagi keras, ingin mencapai rasa haus..

Kau aneh…
Tak ada yang mampu mengerti aku tentang kau,
Tapi, akan terjawab nanti
Api-api hangat akan menari sekitarku dan sekitarmu,

Dan untuk saat ini, kuingin kau tau…
Apa makna hujan bagiku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan