Index Labels

goresan 2

. . Tidak ada komentar:

                              Goresan

Dari Kejauhan
(dengan penuh rasa rindu)

                Di siang yang sunyi ini,aku terhanyut dalam lamunanku. Langit-langit kelabu dan bantal guling yang sejak tadi diam dalam dekapku seolah sedang mengejekku yang sedang merindu. Disini… sunyi sekali.. udara yang biasanya nikmat ku hirup kini terasa sangat hambar. Jauh… sekali, rindu…. Sekali. Rindu pada kamarku, tirai jendelaku, dindingnya dan meja belajarku. Rindu halaman dan pohon johar yang rimbun. Setiap sore setelah kuselesaikan urusanku, kuhabiskan waktu senja bersama kucing lorengku di situ. Kenangan-kenangan itu terlalu manis, selalu terngiang dalam pikiran.
Setiap kali kuterjaga di pagi hari, perasaan itu selalu kurasakan, seperti ketika ku terbangun dan kudapati kelambu teransparanku telah dpienuhi sinar matahari dan sejenak ku tatap keluar tirai jendelaku dan melihat embun pagi yang bertengger manis pada dedaunan di samping kamarku. Sensasi yang kurasa indah sekali, kontras dengan perasaan yang kurasakan disini. Terbangun dengan rasa hampa bahwa ku hanya sendiri, tanpa kelambu transparanku, tanpa tirai jendelaku dan tanpa suara mama dari kamarnya yang menyuruhku segera bangun dan ke sekolah hangat yang dulu sering kurasa tidak ada di sini. Aku terbangun dan mendapati diriku jauh dari semua itu, sangat jauh, tak bisa ku tempuh dengan sedikit biaya dan waktu. Sayang sekali….
                Aku sudah berjalan sangat jauh ‘tuk mengejar mimpi yang ku inginkan. Tinggalkan bapa dan mama yang selalu memaafkanku, tinggalkan kakak dan adik kecilku yang sangat ku sayang dan tinggalkan kucing lorengku yang selalu kurindukan. Mungkin memang harus seperti itu, seperti yang bapa pernah katakan padaku “ pergilah jauh-jauh, jika tetap diam disini, keadaan akan terus kau kacaukan”, mengingat kata-kata ini membuatku tertawa, walau terdengar kasar sekali, tapi ada makna tersirat yang sangat dalam disana. Itu pelajaran, itu mandat, itu nasihat. Mungkin sebenarnya aku dituntut untuk mencoba mempelajari sendiri banyak hal yang belum ku sadari dan kuketahui. Seperti mencoba sadar dengan segala sifat kekanakanku, bandel dan egois. Aku yang selalu membuat masalah, mengacaukan suasana dan membuat orang-orang di sekitarku marah, mungkin saatnya aku harus introspeksi diri, yah kurasa begitu dan mungkin masih banyak lagi yang belum ku sadari. Bagamana caraku mengatasi semua itu seorang diri, bagamana caranya kusadari semua kesalahanku sendiri. Yah, mungkin seperti itulah maksud bapa.
                Dan mama…. “ pergi utuh, pulang juga harus utuh”, yah…. Ini pesan yang harus kucetak permanen di jidatku. Bagaimana ku harus menjaga diri, menjaga kepercayaannya dan yang paling penting adalah menjaga harga diri dan martabatku. Jangan sampai semua berubah ketika mereka telah jauh dariku, jangan sampai kumenyalahkan kebebasan yang mereka berikan padaku dan jangan sampai aku menggunakan kesempatan yang salah karena tak mendapat pengawasan dari mereka lagi. Mereka sudah berhasil manuntunku sampai di sini, ku harap aku tidak akan mengecewakan mereka. Mudah-mudahan aku tetap bisa menjaga kepercayaan itu hingga aku benar-benar sudah pantas menjadi diriku, diriku yang adalah aku, tanpa bergantung pada mereka lagi. Ini doaku hari ini…
                Lamunanku terjeda, aku tersadar oleh rasa hangat yang pelan-pelan mengalir dalam dadaku. Aku disini dengan tujuan, tuntunan dan alasan. Tak perlu menyerah, tak perlu menangis karena terlalu merindukan mereka. Aku harus bisa mengatasi rasa rinduku sendiri, bahkan harus bisa menghibur diriku sendiri. Membayangi mimpi-mimpiku, membayangi angan-anganku dan mengolah imajinasiku yang kugoreskan secara perlahan, telah mampu mengatasi rasa itu. Aku sadar beberapa detik yang lalu, aku telah beranjak dewasa.
                Kucoret kertas di mejaku, 6 Oktober 2011.. kurang lebih empat tahun lagi aku akan pulang. Ku harap  aku bisa menggores ini lagi, menggores kata-kata kemenangan, mengukir kalimat keberhasilan dan menggores ucapan syukur dan terimakasih , pada bapaku… dan pada mamaku….

                Ini perjanjian…
                Ini pegangan…
                Akan jadi tuntunan… J




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                AKU

                                                                                                                                      6 Oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Twitter Timeline

Populer

Google+ Followers

Total Kunjungan